Mataram (ANTARA) - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Nahdlatul Wathan (Himmah NW) Kota Mataram, Minggu, berunjuk rasa menuntut peningkatan indeks pembangunan manusia (IPM) Nusa Tenggara Barat yang terpuruk di posisi 32 dari 33 provinsi di Indonesia.
   Aksi untuk rasa tersebut digelar ketika sedang berlangsung upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di kantor Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) NTB) yang dihadiri Wakil Gubernur NTB H. Badrul Munir dan sejumlah pejabat di lingkup pemerintah provinsi.
   Dalam unjuk rasa dengan koordinator Sayudin tersebut massa menuntut agar Pemerintah Provinsi NTB serius  dalam  meningkatkan IPM NTB yang hingga saat ini posisinya hanya berada satu tingkat di atas Provinsi Papua.
   "IPM NTB tak kunjung bisa ditingkatkan, masih saja berada pada peringkat 32 dari 33 provinsi di Indonesia. Ini adalah fakta yang sungguh memilukan hati dan memalukan bagi seluruh masyarakat," katanya.
   Menurut dia NTB termasuk provinsi yang sudah berumur 51 tahun dan memiliki sumber daya alam yang kaya serta aset budaya yang menjadi unggulan di sektor pariwisata, tetapi semua itu ternyata belum mampu membuat NTB bisa bersaing dengan provinsi lain.
  "Walaupun NTT termasuk lima besar yang memiliki IPM rendah di Indonesia, tetapi NTB masih berada di bawahnya, padahal dari sisi potensi alam daerah ini masih lebih beruntung. Lalu sejauh mana hasil kekayaan daerah ini dialokasikan untuk peningkatan IPM," katanya.
   Selain menuntut peningkatan IPM, para pengunjukrasa juga menuntut agar ujian nasional (UN) tidak dijadikan sebagai penentu kelulusan dan meminta kepada pemerintah agar mengoptimalkan otonomi pendidikan daerah.
   Selanjutnya mereka juga meminta pemerintah merealisasikan dana pendidikan sebesar 20 persen dari APBN dan APBD yang telah diamanatkan oleh konstitusi.
   Usai mengikuti upacara peringatan Hardiknas, Kepala Dinas Dikpora NTB berserta beberapa kepala bidang memberikan kesempatan kepada empat orang perwakilan dari Himmah NW untuk berdialog.
   Dalam dialog tersebut Kepala Dinas Dikpora NTB H. Lalu Syafi'i memberikan pemahaman bahwa apa yang menjadi tuntutan mahasiswa merupakan tugas dan tanggung jawab yang harus dilaksanakan.
   "Ini adalah tugas kami, dan kami sudah menyatakan siap dinyatakan gagal jika IPM NTB tidak beranjak ke posisi tengah dari seluruh provinsi di Indonesia pada 2013 nanti. Namun, kami juga berharap agar rekan-rekan mahasiswa bisa membantu karena pendidikan adalah tanggung jawab semua," katanya.

Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026