Kombes Helmi: Tak ada tempat aman bagi sindikat narkoba di NTB
Jumat, 28 Mei 2021 15:25 WIB
Dirresnarkoba Polda NTB Kombes Pol Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf. (ANTARA/Dhimas B.P.)
Mataram (ANTARA) - Komisaris Besar Polisi Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf menegaskan bahwa tidak akan ada tempat aman bagi sindikat narkoba selama Direktorat Reserse Narkoba Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat masih berada di bawah kendalinya.
"Saya tidak akan takut dengan grup narkoba, siapa pun diaz saya akan lawan, akan tetap kami kejar. Yang pasti, selama saya masih diberikan amanah sebagai Dirresnarkoba Polda NTB, tidak akan ada tempat aman bagi mereka yang terlibat sindikat narkoba," kata Dirresnarkoba Polda NTB Kombes Pol Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf di Mataram, Jumat.
Helmi pun mengajak masyarakat NTB untuk mendukung komitmen "zero tolerance" ini secara nyata. Apabila mencurigai atau melihat ada indikasi permainan narkoba di tengah masyarakat, Helmi meminta agar segera laporkan.
"Mari kita lawan sindikat narkoba yang jadikan wilayah anda sebagai tempat dia mengamankan bisnis. Karena saya yakin, masyarakat NTB pasti setuju dengan saya dan saya percaya di NTB ini lebih banyak orang baik dari pada mereka yang terlibat narkoba," ujarnya.
Komitmen ini disampaikan Helmi untuk menepis rumor yang beredar di kalangan sindikat narkoba bahwa Kabupaten Lombok Timur kini menjadi gudang paling aman untuk menyimpan narkoba.
Kerja nyata pun telah ditunjukkan Helmi bersama jajarannya untuk menepis rumor tersebut. Bahkan dalam dua pekan terakhir saja, penyelundupan dari Batam yang diperankan oleh sindikat narkoba jaringan antarprovinsi berhasil digagalkan secara berkala.
Dalam pengungkapannya, pihak kepolisian telah berhasil menangkap para pelaku yang memiliki peran berbeda dalam sindikat narkoba, mulai dari kurir, pemesan barang sampai pengendalinya yang berasal dari Kabupaten Lombok Timur, kini telah mendekam di jeruji besi Mapolda NTB.
"Jadi saya Helmi Rauf, bersama anggota dan tim, akan terus mencari tempat yang mereka bilang aman. Kita akan buktikan. Tidak apa-apa barang itu lolos ke NTB, tetapi ketika sudah masuk, dan kita dapat informasinya, kita akan cari semaksimal mungkin, tidak ada ruang bagi mereka," ucap dia.
"Saya tidak akan takut dengan grup narkoba, siapa pun diaz saya akan lawan, akan tetap kami kejar. Yang pasti, selama saya masih diberikan amanah sebagai Dirresnarkoba Polda NTB, tidak akan ada tempat aman bagi mereka yang terlibat sindikat narkoba," kata Dirresnarkoba Polda NTB Kombes Pol Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf di Mataram, Jumat.
Helmi pun mengajak masyarakat NTB untuk mendukung komitmen "zero tolerance" ini secara nyata. Apabila mencurigai atau melihat ada indikasi permainan narkoba di tengah masyarakat, Helmi meminta agar segera laporkan.
"Mari kita lawan sindikat narkoba yang jadikan wilayah anda sebagai tempat dia mengamankan bisnis. Karena saya yakin, masyarakat NTB pasti setuju dengan saya dan saya percaya di NTB ini lebih banyak orang baik dari pada mereka yang terlibat narkoba," ujarnya.
Komitmen ini disampaikan Helmi untuk menepis rumor yang beredar di kalangan sindikat narkoba bahwa Kabupaten Lombok Timur kini menjadi gudang paling aman untuk menyimpan narkoba.
Kerja nyata pun telah ditunjukkan Helmi bersama jajarannya untuk menepis rumor tersebut. Bahkan dalam dua pekan terakhir saja, penyelundupan dari Batam yang diperankan oleh sindikat narkoba jaringan antarprovinsi berhasil digagalkan secara berkala.
Dalam pengungkapannya, pihak kepolisian telah berhasil menangkap para pelaku yang memiliki peran berbeda dalam sindikat narkoba, mulai dari kurir, pemesan barang sampai pengendalinya yang berasal dari Kabupaten Lombok Timur, kini telah mendekam di jeruji besi Mapolda NTB.
"Jadi saya Helmi Rauf, bersama anggota dan tim, akan terus mencari tempat yang mereka bilang aman. Kita akan buktikan. Tidak apa-apa barang itu lolos ke NTB, tetapi ketika sudah masuk, dan kita dapat informasinya, kita akan cari semaksimal mungkin, tidak ada ruang bagi mereka," ucap dia.
Pewarta : Dhimas Budi Pratama
Editor : Riza Fahriza
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Polisi periksa sopir taksi listrik dan petugas KAI terkait kecelakaan kereta api
29 April 2026 19:31 WIB
Terpopuler - Hukum
Lihat Juga
Inspektorat Situbondo Jatim menyerahkan dokumen dana desa ke kejaksaan
05 January 2024 5:20 WIB, 2024
Pengamat menyesalkan TNI AD tak koordinasi ke polisi terkait relawan Ganjar
05 January 2024 5:17 WIB, 2024
Polres Sukabumi Jabar menangkap pemuda penganiaya perempuan di bawah umur
05 January 2024 5:08 WIB, 2024
Kemen PPPA koordinasi mengkawal penanganan kekerasan seksual guru ngaji
03 January 2024 20:30 WIB, 2024
Polda NTB sebut pemberantasan aksi TPPO masih jadi atensi tahun 2024
03 January 2024 20:06 WIB, 2024
Polda NTB ungkap kepastian hukum kasus penipuan investasi WN Prancis
03 January 2024 18:06 WIB, 2024