Peluang pengembangan wisata bahari dan pertanian di Talonang
Rabu, 31 Agustus 2022 15:29 WIB
Istimewa
Taliwang, KSB (ANTARA) - Jarang orang yang mendengar nama daerah Talonang yang berada di Kecamatan Sekongkang, Kabubaten Sumbawa Barat. Padahal potensi wisata baharinya tak kalah dengan daerah lain yang sama-sama berada di Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Memiliki nama resmi, Desa Talonang Baru, kawasan ini dapat ditempuh dengan perjalanan darat selama tiga jam dari Kota Taliwang. Kawasan yang memiliki pantai ke arah Laut Selatan ini bisa menjadi daya tarik wisatawan karena memiliki pasir putih dan juga pemandangan laut lepas yang kerap menjadi tujuan para wisatawan lokal maupun yang berasal dari mancanegara.
Desa Talonang Baru memiliki luas wilayah 1.800 hektar, awalnya merupakan desa tujuan transmigrasi pada awal 2000. Dengan penduduk berjumlah 574 kepala keluarga, dengan total keseluruhan 1.875 jiwa, kawasan ini membutuhkan publiksi dan juga promosi agar wisatawan dapat mengetahui destinasi wisata bahari yang tak kalah menarik dibandingkan dengan objek wisata serupa yang ada di Nusa Tenggara Barat.
Sarana jalan raya yang sudah beraspal dan juga kemudahan lalu lintas kendaraan menuju kawasan tersebut, sebenarnya bisa menjadi modal awal bagaimana Desa Talonang Baru ini dapat manfaat yang lebih dari pengembangan industri pariwisata di Kabupaten Sumbawa Barat.
Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) merupakan salah satu Kabupaten yang terhitung baru setelah adanya pemekaran wilayah. Dikembangkan 19 tahun yang lalu, wilayah ini telah banyak melakukan inovasi program dan pembangunan di sejumlah bidang.
Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H. W. Musyafirin, MM mencatatkan Kabupaten Sumbawa Barat masuk dalam rekor Muri sebagai Kabupaten pertama di Indonesia dengan kategori Kabupaten tuntas Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).
Desa Talonang Baru merupakan salah satu potensi wisata di Kabupaten ini yang berpeluang dikembangkan secara lebih serius lagi. Dengan kondisi bentangan alam di pesisir pantai yang menghadap langsung Laut Selatan, ditambah kawasan pertanian sejumlah produk pangan yang terus berkembang, jika mendapat perhatian lebih serius dari pemerintah daerah, maka perekonomian desa membaik dan memberikan manfaat lebih bagi penduduknya.
Kepala Desa Talonang Baru, Budi Haryo, SP mengatakan dengan infrastruktur yang sudah baik menghubungkan Kota Taliwang dengan Desa Talonang Baru, ditambah dengan keunggulan bentangan alam berupa pantai berpasir putih, maka saat ini yang diperlukan adalah upaya untuk mengoptimalkan keunggulan yang sudah dimiliki dan pada akhirnya memberikan pengaruh pada peningkatan ekonomi warga, termasuk pengembangan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).
Budi mengatakan, masalah yang perlu segera dicarikan solusinya antara lain, kekurangan air untuk kebutuhan lahan pertanian. Untuk menyelesaikan masalah itu, masyarakat membutuhkan sumur bor dalam jumlah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan lahannya.
Hal lain yang perlu mendapat perhatian adalah peningkatan kualitas layanan internet dan juga telepon selular. Pemenuhan kebutuhan ini tak dapat ditawarkan lagi, selain masyarakat desa yang membutuhkan, ketersediaan layanan ini juga menjadi penting bagi para wisatawan yang berkunjung ke daerah ini.
Untuk pengembangan usaha pertanian yang ada di desa ini, maka pembenahan infrastruktur desa seperti irigasi dan perbaikan jalan untuk memudahkan pengangkutan hasil pertanian menjadi salah satu yang penting juga, menurut Budi.
Sementara itu, Ketua badan Permusyawaratan Desa (BPD) Syaifullah mengatakan keanekaragaman masyarakat yang hidup di wilayah itu menjadi modal yang penting bagi pengembangan desa. Masyarakat di kawasan itu mayoritas bekerja sebagai petani dan peternak. Produk unggulan pertanian di Talonang Baru antara lain jagung pipilan dan sayuran.
Dengan Luas lahan pertanian 7.000 Ha, jenis lahan yang ada yaitu, sawah 15 Ha, ladang 180 Ha dan perkebunan 164 Ha. Sementara lahan peternakan tercatat 25 Ha serta hutan seluas 3.000 Ha.
Akan menjadi sebuah kombinasi yang menarik apabila Desa Talonang Baru ini selain mengembangkan potensi wisata bahari namun juga memiliki keunggulan di bidang pertanian dan juga peternakan. Bila ini terjadi maka ujungnya adalah peningkatan kemampuan ekonomi masyarakat desa yang juga menjadi visi dan tujuan dari Kabupaten Sumbawa Barat.
Suasana hutan yang masih terawat membuat Desa Talonang Baru menjadi lebih indah, karena dari awal memasuki desa Talonang Baru sepanjang jalan selain hutannya masih terawat, infrastruktur jalan pun sudah baik.
"Kami sangat 'welcome' terhadap tamu yang datang ke desa kami, baik yang akan berkunjung maupun yang berinvestasi, kami menunggu kehadirannya," kata Kepala Desa Talonang Baru Budi Haryo. (***)
Memiliki nama resmi, Desa Talonang Baru, kawasan ini dapat ditempuh dengan perjalanan darat selama tiga jam dari Kota Taliwang. Kawasan yang memiliki pantai ke arah Laut Selatan ini bisa menjadi daya tarik wisatawan karena memiliki pasir putih dan juga pemandangan laut lepas yang kerap menjadi tujuan para wisatawan lokal maupun yang berasal dari mancanegara.
Desa Talonang Baru memiliki luas wilayah 1.800 hektar, awalnya merupakan desa tujuan transmigrasi pada awal 2000. Dengan penduduk berjumlah 574 kepala keluarga, dengan total keseluruhan 1.875 jiwa, kawasan ini membutuhkan publiksi dan juga promosi agar wisatawan dapat mengetahui destinasi wisata bahari yang tak kalah menarik dibandingkan dengan objek wisata serupa yang ada di Nusa Tenggara Barat.
Sarana jalan raya yang sudah beraspal dan juga kemudahan lalu lintas kendaraan menuju kawasan tersebut, sebenarnya bisa menjadi modal awal bagaimana Desa Talonang Baru ini dapat manfaat yang lebih dari pengembangan industri pariwisata di Kabupaten Sumbawa Barat.
Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) merupakan salah satu Kabupaten yang terhitung baru setelah adanya pemekaran wilayah. Dikembangkan 19 tahun yang lalu, wilayah ini telah banyak melakukan inovasi program dan pembangunan di sejumlah bidang.
Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H. W. Musyafirin, MM mencatatkan Kabupaten Sumbawa Barat masuk dalam rekor Muri sebagai Kabupaten pertama di Indonesia dengan kategori Kabupaten tuntas Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).
Desa Talonang Baru merupakan salah satu potensi wisata di Kabupaten ini yang berpeluang dikembangkan secara lebih serius lagi. Dengan kondisi bentangan alam di pesisir pantai yang menghadap langsung Laut Selatan, ditambah kawasan pertanian sejumlah produk pangan yang terus berkembang, jika mendapat perhatian lebih serius dari pemerintah daerah, maka perekonomian desa membaik dan memberikan manfaat lebih bagi penduduknya.
Kepala Desa Talonang Baru, Budi Haryo, SP mengatakan dengan infrastruktur yang sudah baik menghubungkan Kota Taliwang dengan Desa Talonang Baru, ditambah dengan keunggulan bentangan alam berupa pantai berpasir putih, maka saat ini yang diperlukan adalah upaya untuk mengoptimalkan keunggulan yang sudah dimiliki dan pada akhirnya memberikan pengaruh pada peningkatan ekonomi warga, termasuk pengembangan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).
Budi mengatakan, masalah yang perlu segera dicarikan solusinya antara lain, kekurangan air untuk kebutuhan lahan pertanian. Untuk menyelesaikan masalah itu, masyarakat membutuhkan sumur bor dalam jumlah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan lahannya.
Hal lain yang perlu mendapat perhatian adalah peningkatan kualitas layanan internet dan juga telepon selular. Pemenuhan kebutuhan ini tak dapat ditawarkan lagi, selain masyarakat desa yang membutuhkan, ketersediaan layanan ini juga menjadi penting bagi para wisatawan yang berkunjung ke daerah ini.
Untuk pengembangan usaha pertanian yang ada di desa ini, maka pembenahan infrastruktur desa seperti irigasi dan perbaikan jalan untuk memudahkan pengangkutan hasil pertanian menjadi salah satu yang penting juga, menurut Budi.
Sementara itu, Ketua badan Permusyawaratan Desa (BPD) Syaifullah mengatakan keanekaragaman masyarakat yang hidup di wilayah itu menjadi modal yang penting bagi pengembangan desa. Masyarakat di kawasan itu mayoritas bekerja sebagai petani dan peternak. Produk unggulan pertanian di Talonang Baru antara lain jagung pipilan dan sayuran.
Dengan Luas lahan pertanian 7.000 Ha, jenis lahan yang ada yaitu, sawah 15 Ha, ladang 180 Ha dan perkebunan 164 Ha. Sementara lahan peternakan tercatat 25 Ha serta hutan seluas 3.000 Ha.
Akan menjadi sebuah kombinasi yang menarik apabila Desa Talonang Baru ini selain mengembangkan potensi wisata bahari namun juga memiliki keunggulan di bidang pertanian dan juga peternakan. Bila ini terjadi maka ujungnya adalah peningkatan kemampuan ekonomi masyarakat desa yang juga menjadi visi dan tujuan dari Kabupaten Sumbawa Barat.
Suasana hutan yang masih terawat membuat Desa Talonang Baru menjadi lebih indah, karena dari awal memasuki desa Talonang Baru sepanjang jalan selain hutannya masih terawat, infrastruktur jalan pun sudah baik.
"Kami sangat 'welcome' terhadap tamu yang datang ke desa kami, baik yang akan berkunjung maupun yang berinvestasi, kami menunggu kehadirannya," kata Kepala Desa Talonang Baru Budi Haryo. (***)
Pewarta : Ibrahim (*)
Editor : Riza Fahriza
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kades di Sumbawa Barat terjaring OTT pungli dituntut tujuh tahun penjara
29 February 2024 18:48 WIB, 2024
Bupati Sumbawa Barat jika terkait kasus bandara akan diperiksa penyidik Kejati NTB
20 June 2023 16:05 WIB, 2023
AMMAN inisiasi penanaman pohon aren berkolaborasi dengan masyarakat Desa Tongo
28 November 2022 18:06 WIB, 2022
Miliki 3 poket sabu, pria asal Sekongkang KSB diringkus polisi di kos-kosannya
06 August 2021 17:12 WIB, 2021
2 pemancing terjebak di atas tebing Pantai Sekongkang, Basarnas kerahkan helikopter
28 May 2020 17:09 WIB, 2020
Koramil Sekongkang dan Sat Brimob semprot disinfektan di fasilitas umum dan pantai
09 May 2020 18:06 WIB, 2020
Terpopuler - Bima
Lihat Juga
STKIP Tamsis Bima perketat hibah, Riset Dosen wajib tembus sinta dan scopus
06 February 2026 14:40 WIB
Tak pernah terlambat belajar: Perempuan 73 tahun ikut seleksi S2 di STKIP Tamsis Bima
03 February 2026 20:20 WIB