Masyarakat dilarang mendekati gunung sangeangapi bima
Rabu, 29 Mei 2013 14:19 WIB
Mataram, (Antara Mataram) - Masyarakat termasuk wisatawan dilarang mendaki dan mendekati kawah yang ada di puncak Gunung Sangeangapi di Kecamatan Wera, Kabupaten Bima, menyusul ditingkatkannya status gunung tersebut dari waspada atau level II ke siaga (level III) sejak 19 Mei 2013.
Kepala Seksi Mitigasi Bencana Geologi, Dinas Pertambangan dan Energi NTB H Kun Dwi Santoso di Mataram, Rabu, mengatakan sehubungan dengan peningkatan status Gunung Sangeangapi menjadi siaga, seluruh masyarakat maupun wisatawan diharapkan tetap waspada.
"Kami merekomendasikan masyarakat di sekitar gunung tersebut termasuk wisatawan tidak mendaki dan mendekati kawah yang ada di puncak Gunung Sangeangapi dalam radius 5 kilometer," katanya.
Ia mengharapkan masyarakat di sekitar Gunung Sangeangapi tenang dan tetap waspada, sertta tidak terpancing isu tentang letusan Gununga Sangeangapi yang memiliki ketinggian 1.909 meter di atas permukaan laut (dpl) itu.
Menurut dia, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi akan selalu berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi NTB, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Pemerintah Kabupaten Bima terkait aktivitas Gunung Sangeangapi.
"Kami mengharapkan masyarakat selalu mengikuti arahan dari BPBD dan pemerintah daerah hendaknya senantiasa berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunungapi Sangeangapi yang terletak di wilayah Sangeang Darat, Kecamatan Wera, atau dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Bandung," ujarnya.
Menurut dia, menurut catatan sejarah aktivitas letusan Gunungapi Sangeangapi umumnya bersifat eksplosif dengan pusat kegiatan di puncak. Namun terkadang muncul aliran lava, awan panas, dan pertumbuhan kubah lava.
Pada saat ini, kata Kun, Gunungapi Sangeangapi memiliki kubah lava yang menambah potensi bencana bila terjadi letusan yang menghancurkan kubah lava tersebut dan menimbulkan aliran awan panas.
Kepala Seksi Mitigasi Bencana Geologi, Dinas Pertambangan dan Energi NTB H Kun Dwi Santoso di Mataram, Rabu, mengatakan sehubungan dengan peningkatan status Gunung Sangeangapi menjadi siaga, seluruh masyarakat maupun wisatawan diharapkan tetap waspada.
"Kami merekomendasikan masyarakat di sekitar gunung tersebut termasuk wisatawan tidak mendaki dan mendekati kawah yang ada di puncak Gunung Sangeangapi dalam radius 5 kilometer," katanya.
Ia mengharapkan masyarakat di sekitar Gunung Sangeangapi tenang dan tetap waspada, sertta tidak terpancing isu tentang letusan Gununga Sangeangapi yang memiliki ketinggian 1.909 meter di atas permukaan laut (dpl) itu.
Menurut dia, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi akan selalu berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi NTB, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Pemerintah Kabupaten Bima terkait aktivitas Gunung Sangeangapi.
"Kami mengharapkan masyarakat selalu mengikuti arahan dari BPBD dan pemerintah daerah hendaknya senantiasa berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunungapi Sangeangapi yang terletak di wilayah Sangeang Darat, Kecamatan Wera, atau dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Bandung," ujarnya.
Menurut dia, menurut catatan sejarah aktivitas letusan Gunungapi Sangeangapi umumnya bersifat eksplosif dengan pusat kegiatan di puncak. Namun terkadang muncul aliran lava, awan panas, dan pertumbuhan kubah lava.
Pada saat ini, kata Kun, Gunungapi Sangeangapi memiliki kubah lava yang menambah potensi bencana bila terjadi letusan yang menghancurkan kubah lava tersebut dan menimbulkan aliran awan panas.
Pewarta : masnun
Editor : Masnun
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Cuaca ekstrem terjang Lombok Tengah, Dandim 1620 kerahkan babinsa siaga penuh
24 January 2026 17:27 WIB
Dirut PLN pimpin siaga Tahun Baru 2026, PLN UIW NTB pastikan kelistrikan andal
31 December 2025 19:48 WIB
Terpopuler - Umum
Lihat Juga
Wow kirab pemuda Nusantara di Lombok dimeriahkan tradisi "nyongkolan"
02 November 2018 4:47 WIB, 2018