Kota Mataram Kembali Dapat Program Rusunawa
Selasa, 3 Februari 2015 15:07 WIB
Mataram, (Antara NTB)- Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali mendapatkan bantuan program pembangunan rumah susun sederhana sewa dari pemerintah sebesar Rp17 miliar dalam tahun 2015.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Mataram H Mahmuddin Tura di Mataram, Selasa, mengatakan, pembangunan rumah susun sederhana sewa (rusunawa) di kawasan Turide Kelurahan Mandalika itu saat ini sudah mulai dikerjakan.
"Pemenang tender yang dilakukan pemerintah saat ini sudah berada di lokasi pembangunan rusunawa untuk melakukan berbagai persiapan dengan kontak kerja selama delapan bulan," katanya.
Sementara saat ini, pemerintah kota melakukan intervensi untuk proses mengurukan lahan dan jalan masuk yang sudah mencapai sekitar 75 persen, agar berbagai alat berat dan bahan bangunan bisa masuk ke lokasi rusunawa.
"Setelah proses pengurukan tuntas, kontraktor akan melakukan pemasangan tiang pancang," ujar Mahmuddin.
Ia mengatakan, rusunawa yang akan dibangun di turide ini hanya satu blok berisi 98 unit hunian dengan bentuk fisik berlantai lima di atas lahan sekitar 70 are.
"Lahan yang kita sediakan ini adalah untuk dua blok, karena setelah satu blok rampung, rencananya pemerintah kembali akan membangun satu blok lagi untuk memenuhi kebutuhan rumah di daerah ini," katanya.
Dikatakan, dengan akan dibangunnya satu blok rusunawa ini, Kota Mataram akan memiliki lima blok rusunawa, yakni dua blok di Selagalas yang sudah dimanfaatkan.
Kemudian dua blok lagi di Turide yang hingga saat ini belum dimanfaatkan karena terkendala listrik dan satu blok yang dalam proses pembangun di Turide.
Menurut Mahmuddin, keberadaan rusunawa bertujuan untuk memenuhi kebutuhan rumah di Kota Mataram, karena berdasarkan jumlah pendududk sebanyak 427 ribu jiwa, jumlah rumah di Kota Mataram idealnya sebanyak 100 ribu unit.
Akan tetapi, sampai saat ini di Kota Mataram baru terdapat sekitar 82 ribu unit rumah, artinya masih kekurangan sekitar 18 ribu unit rumah.
Selain itu, rusunawa juga sebagai upaya mengurangi beberapa titik wilayah yang masuk katagori wilayah padat, kumuh, dan miskin (Pakumis) yang tersebar pada enam kecamatan di Kota Mataram.
"Dengan akan adanya rusunawa mampu mengurangi wilayah kumuh di daerah ini, seperti di kawasan Selagalas, Turide, Sekarbela dan Dasan Agung," katanya. (*)
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Mataram H Mahmuddin Tura di Mataram, Selasa, mengatakan, pembangunan rumah susun sederhana sewa (rusunawa) di kawasan Turide Kelurahan Mandalika itu saat ini sudah mulai dikerjakan.
"Pemenang tender yang dilakukan pemerintah saat ini sudah berada di lokasi pembangunan rusunawa untuk melakukan berbagai persiapan dengan kontak kerja selama delapan bulan," katanya.
Sementara saat ini, pemerintah kota melakukan intervensi untuk proses mengurukan lahan dan jalan masuk yang sudah mencapai sekitar 75 persen, agar berbagai alat berat dan bahan bangunan bisa masuk ke lokasi rusunawa.
"Setelah proses pengurukan tuntas, kontraktor akan melakukan pemasangan tiang pancang," ujar Mahmuddin.
Ia mengatakan, rusunawa yang akan dibangun di turide ini hanya satu blok berisi 98 unit hunian dengan bentuk fisik berlantai lima di atas lahan sekitar 70 are.
"Lahan yang kita sediakan ini adalah untuk dua blok, karena setelah satu blok rampung, rencananya pemerintah kembali akan membangun satu blok lagi untuk memenuhi kebutuhan rumah di daerah ini," katanya.
Dikatakan, dengan akan dibangunnya satu blok rusunawa ini, Kota Mataram akan memiliki lima blok rusunawa, yakni dua blok di Selagalas yang sudah dimanfaatkan.
Kemudian dua blok lagi di Turide yang hingga saat ini belum dimanfaatkan karena terkendala listrik dan satu blok yang dalam proses pembangun di Turide.
Menurut Mahmuddin, keberadaan rusunawa bertujuan untuk memenuhi kebutuhan rumah di Kota Mataram, karena berdasarkan jumlah pendududk sebanyak 427 ribu jiwa, jumlah rumah di Kota Mataram idealnya sebanyak 100 ribu unit.
Akan tetapi, sampai saat ini di Kota Mataram baru terdapat sekitar 82 ribu unit rumah, artinya masih kekurangan sekitar 18 ribu unit rumah.
Selain itu, rusunawa juga sebagai upaya mengurangi beberapa titik wilayah yang masuk katagori wilayah padat, kumuh, dan miskin (Pakumis) yang tersebar pada enam kecamatan di Kota Mataram.
"Dengan akan adanya rusunawa mampu mengurangi wilayah kumuh di daerah ini, seperti di kawasan Selagalas, Turide, Sekarbela dan Dasan Agung," katanya. (*)
Pewarta : Nirkomala
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Wow kirab pemuda Nusantara di Lombok dimeriahkan tradisi "nyongkolan"
02 November 2018 4:47 WIB, 2018
Terpopuler - Umum
Lihat Juga
Wow kirab pemuda Nusantara di Lombok dimeriahkan tradisi "nyongkolan"
02 November 2018 4:47 WIB, 2018