NTB Kembangkan Pelayanan TKI Berintegrasi
Selasa, 20 Desember 2016 7:22 WIB
Mataram (Antara NTB) - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melalui Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM setempat, akan mengembangkan pelayanan TKI yang berintegrasi.
"Tahun ini di NTB akan ada dua kantor (pelayanan TKI berintegrasi) yang dibangun dan ditempati bersama BNP2TKI dan didampingi KPK sebagai lembaga pengawasanya," kata Kepala Kanwil Kemenkumham NTB Sevial Akmily di Mataram, Senin.
Sebetulnya, kata dia, pelayanan kepada sumber devisa negara yang bekerja di luar negeri itu sudah menjadi tugas Kemenkumham bagian Keimigrasian. Namun program skala nasional ini tentunya diharapkan dapat memperkecil segala persoalan yang dapat merugikan TKI.
"Program ini kan lebih terpusat, agar sifat pengendaliannya lebih gampang dan pengawasannya lebih terbuka," ujarnya.
TKI dalam program ini nantinya tidak hanya akan mendapat pelayanan administrasinya. Namun juga akan mendapat bimbingan dan pelatihan dasar sebagai TKI handal di luar negeri.
Selain itu, proses pelayanan berintegrasi ini terkesan lebih cepat. Cukup dengan datang ke pelayanan TKI berintegrasi, warga bisa langsung mengurus segala kebutuhannya, mulai dari pembuatan KTP, E-KTKLN, SKCK hingga paspor.
Hal itu dikarenakan pelayanan TKI berintegrasi ini ada sebanyak 15 instansi pemerintahan yang bergabung untuk memberikan pelayanan serta pemberdayaan TKI di wilayah NTB secara terpadu.
Pada tahun 2017, Sevial mengatakan bahwa seluruh kabupaten yang ada di NTB akan memiliki kantor pelayanan TKI berintegrasi. Hal itu pun diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi para calon TKI untuk mengurus segala kebutuhannya. (*)
"Tahun ini di NTB akan ada dua kantor (pelayanan TKI berintegrasi) yang dibangun dan ditempati bersama BNP2TKI dan didampingi KPK sebagai lembaga pengawasanya," kata Kepala Kanwil Kemenkumham NTB Sevial Akmily di Mataram, Senin.
Sebetulnya, kata dia, pelayanan kepada sumber devisa negara yang bekerja di luar negeri itu sudah menjadi tugas Kemenkumham bagian Keimigrasian. Namun program skala nasional ini tentunya diharapkan dapat memperkecil segala persoalan yang dapat merugikan TKI.
"Program ini kan lebih terpusat, agar sifat pengendaliannya lebih gampang dan pengawasannya lebih terbuka," ujarnya.
TKI dalam program ini nantinya tidak hanya akan mendapat pelayanan administrasinya. Namun juga akan mendapat bimbingan dan pelatihan dasar sebagai TKI handal di luar negeri.
Selain itu, proses pelayanan berintegrasi ini terkesan lebih cepat. Cukup dengan datang ke pelayanan TKI berintegrasi, warga bisa langsung mengurus segala kebutuhannya, mulai dari pembuatan KTP, E-KTKLN, SKCK hingga paspor.
Hal itu dikarenakan pelayanan TKI berintegrasi ini ada sebanyak 15 instansi pemerintahan yang bergabung untuk memberikan pelayanan serta pemberdayaan TKI di wilayah NTB secara terpadu.
Pada tahun 2017, Sevial mengatakan bahwa seluruh kabupaten yang ada di NTB akan memiliki kantor pelayanan TKI berintegrasi. Hal itu pun diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi para calon TKI untuk mengurus segala kebutuhannya. (*)
Pewarta : Dhimas Budi Pratama
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Perahu terbalik di perairan Malaysia, lima TKI Ilegal asal Lombok Timur meninggal
16 December 2021 12:10 WIB, 2021
BPJAMSOSTEK-BP2MI Mataram membagikan paket pencegah COVID-19 kepada TKI
16 June 2021 21:22 WIB, 2021
Polda NTB menginvestigasi kasus penganiayaan pekerja migran asal Jerowaru
07 September 2020 19:21 WIB, 2020
Terpopuler - Umum
Lihat Juga
Wow kirab pemuda Nusantara di Lombok dimeriahkan tradisi "nyongkolan"
02 November 2018 4:47 WIB, 2018