Festival Rimpu Mantika Bima diharapkan perkenalkan potensi tiga daerah
Senin, 22 April 2024 3:13 WIB
Penjabat (Pj) Wali Kota Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), H. Mohammad Rum. (ANTARA/Nur Imansyah).
Mataram (ANTARA) - Penjabat (Pj) Wali Kota Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Mohammad Rum berharap Festival Rimpu Mantika yang digelar pada 25-27 April 2024 menjadi momentum penting dalam memperkenalkan kekayaan budaya dan potensi pariwisata di tiga daerah, yakni Kota Bima, Dompu dan Kabupaten Bima.
"Festival Rimpu Mantika 2024 menjadi momentum penting dalam memperkenalkan kekayaan budaya dan potensi pariwisata dari ketiga wilayah," ujarnya melalui keterangan tertulis di Mataram, Minggu.
Mohammad Rum menawarkan konsep kerja sama Hu'u- Lawata-Sangiang dalam rangkaian pelaksanaan Kalender Event Nasional (KEN) "Festival Rimpu Mantika 2024". Dalam konsep tersebut melibatkan kerja sama antara Kota Bima, Kabupaten Bima dan Kabupaten Dompu untuk memperkuat hubungan budaya, ekonomi, dan sosial.
Dalam konteks kegiatan ini, Kota Bima, Kabupaten Bima, dan Kabupaten Dompu perlu bekerja sama karena ketiga wilayah memiliki kesamaan budaya dalam hal komoditas lokal tenunan penunjang utama "Pawai Rimpu Mantika 2024". Tak hanya itu, ketiga daerah memiliki keunikan dan kekhasan masing-masing dalam hal corak dan warna produk tenunan.
"Kota Bima memiliki produk Tembe Nggoli dan Salungka Mbojo, Kabupaten Bima dengan Tembe Nggoli Renda, Tembe Donggo dan Tembe Bugis, sementara Kabupaten Dompu memiliki Produk unggulan tenunan Muna Pa'a," terangnya.
Untuk itu Pj Wali Kota Bima menekankan bahwa kerja sama ini penting untuk menggelar acara dengan sukses. Para pihak dapat saling mendukung dalam perencanaan, promosi, dan pelaksanaan acara untuk meningkatkan pariwisata, memperkuat identitas budaya, dan mempererat hubungan antar wilayah.
Acara "Festival Rimpu Mantika 2024" diharapkan akan menjadi momentum penting dalam memperkenalkan kekayaan budaya dan potensi pariwisata dari ketiga wilayah tersebut. Dengan kerja sama yang solid antara Kota Bima, Kabupaten Bima, dan Kabupaten Dompu, diharapkan acara ini akan meraih sukses besar dan menjadi inspirasi bagi kolaborasi lebih lanjut di masa depan.
"Mari jadikan momentum Festival Rimpu Mantika 2024 sebagai etalase budaya lokal Bima untuk dilirik oleh dunia luar terutama dari subsektor pariwisata dan pelaku ekonomi," ajak HM. Rum.
Oleh karena itu, ia mengundang masyarakat luas untuk turut serta dalam acara tersebut, demi mendukung keberhasilan dan kemajuan wilayah-wilayah tersebut.
"Festival Rimpu Mantika 2024 akan memberikan manfaat langsung bagi pengembangan ekonomi kawasan Hu'u-Lawata-Sangiang termasuk peningkatan pariwisata, promosi produk lokal, stimulasi usaha kecil dan menengah, peningkatan investasi, dan pemberdayaan masyarakat lokal. Ini semua berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan di ketiga wilayah tersebut," katanya.
"Festival Rimpu Mantika 2024 menjadi momentum penting dalam memperkenalkan kekayaan budaya dan potensi pariwisata dari ketiga wilayah," ujarnya melalui keterangan tertulis di Mataram, Minggu.
Mohammad Rum menawarkan konsep kerja sama Hu'u- Lawata-Sangiang dalam rangkaian pelaksanaan Kalender Event Nasional (KEN) "Festival Rimpu Mantika 2024". Dalam konsep tersebut melibatkan kerja sama antara Kota Bima, Kabupaten Bima dan Kabupaten Dompu untuk memperkuat hubungan budaya, ekonomi, dan sosial.
Dalam konteks kegiatan ini, Kota Bima, Kabupaten Bima, dan Kabupaten Dompu perlu bekerja sama karena ketiga wilayah memiliki kesamaan budaya dalam hal komoditas lokal tenunan penunjang utama "Pawai Rimpu Mantika 2024". Tak hanya itu, ketiga daerah memiliki keunikan dan kekhasan masing-masing dalam hal corak dan warna produk tenunan.
"Kota Bima memiliki produk Tembe Nggoli dan Salungka Mbojo, Kabupaten Bima dengan Tembe Nggoli Renda, Tembe Donggo dan Tembe Bugis, sementara Kabupaten Dompu memiliki Produk unggulan tenunan Muna Pa'a," terangnya.
Untuk itu Pj Wali Kota Bima menekankan bahwa kerja sama ini penting untuk menggelar acara dengan sukses. Para pihak dapat saling mendukung dalam perencanaan, promosi, dan pelaksanaan acara untuk meningkatkan pariwisata, memperkuat identitas budaya, dan mempererat hubungan antar wilayah.
Acara "Festival Rimpu Mantika 2024" diharapkan akan menjadi momentum penting dalam memperkenalkan kekayaan budaya dan potensi pariwisata dari ketiga wilayah tersebut. Dengan kerja sama yang solid antara Kota Bima, Kabupaten Bima, dan Kabupaten Dompu, diharapkan acara ini akan meraih sukses besar dan menjadi inspirasi bagi kolaborasi lebih lanjut di masa depan.
"Mari jadikan momentum Festival Rimpu Mantika 2024 sebagai etalase budaya lokal Bima untuk dilirik oleh dunia luar terutama dari subsektor pariwisata dan pelaku ekonomi," ajak HM. Rum.
Oleh karena itu, ia mengundang masyarakat luas untuk turut serta dalam acara tersebut, demi mendukung keberhasilan dan kemajuan wilayah-wilayah tersebut.
"Festival Rimpu Mantika 2024 akan memberikan manfaat langsung bagi pengembangan ekonomi kawasan Hu'u-Lawata-Sangiang termasuk peningkatan pariwisata, promosi produk lokal, stimulasi usaha kecil dan menengah, peningkatan investasi, dan pemberdayaan masyarakat lokal. Ini semua berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan di ketiga wilayah tersebut," katanya.
Pewarta : Nur Imansyah
Editor : Abdul Hakim
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
PLN berhasil jaga pasokan listrik selama Festival Rimpu Mantika di Kota Bima
30 April 2025 18:27 WIB
Wali Kota Bima hingga kepala kantor BUMN jadi model di Festival Rimpu Mantika 2025
25 April 2025 15:43 WIB
Terpopuler - Bima
Lihat Juga
PLN jaga keandalan listrik saat agenda lentera Ramadhan Gubernur NTB di Bima
15 March 2026 22:24 WIB
Puluhan dokumen Dikbudpora Bima disita, Polda NTB usut pungli tunjangan guru
07 March 2026 21:16 WIB
Bupati dan Dandim 1608/Bima percepat legalitas lahan gerai Kopdes Merah Putih
06 March 2026 7:08 WIB