BPPD NTB minta pemerintah tekan tingginya harga tiket pesawat
Selasa, 23 Juli 2024 18:26 WIB
Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Nusa Tenggara Barat (NTB) Sahlan M Saleh. ANTARA/Nur Imansyah
Mataram (ANTARA) - Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Nusa Tenggara Barat (NTB) meminta dan mendorong pemerintah pusat untuk bisa menekan tingginya harga tiket pesawat.
"Kami minta dan sangat mendorong pemerintah agar harga tiket pesawat ini bisa turun," kata Ketua BPPD NTB Sahlan M Saleh, di Mataram, Selasa.
Ia menyebutkan salah satu indikator yang membuat harga tiket pesawat ini mahal, karena harga komponen pesawat yang juga tinggi. Contohnya, harga avtur, parkir pesawat, garbarata, airport tax, dan landing fee.
"Ini komponen yang mendorong tinginya harga tiket pesawat," ujar Saleh yang juga Ketua Asosiasi Travel Agent Indonesia (ASTINDO) NTB ini pula.
Baca juga: Pemprov NTB minta pengurus BPPD NTB bangun citra pariwisata
Dia mencontohkan harga tiket pesawat Rp1 juta, dari harga tersebut Rp600 ribu dipotong untuk komponen pesawat, sehingga inilah yang kemudian menurutnya merugikan masyarakat selaku konsumen.
Oleh karena itu, pihaknya mendorong pemerintah dapat mengurangi beban komponen tersebut bisa berkurang, sehingga berdampak kepada harga tiket jauh lebih murah.
Menurutnya, bila harga tiket pesawat turun, maka akan berpengaruh pada meningkatnya arus kunjungan wisatawan ke NTB. Mengingat, NTB sebagai salah satu tujuan destinasi di Indonesia, sangat bergantung pada lancarnya transportasi udara tersebut.
"Inilah yang kami dorong kepada pemerintah bagaimana bisa menurunkan harga komponen di pesawat," katanya lagi.
Baca juga: Pj Gubernur minta BPPD jadi solusi pariwisata NTB
Baca juga: BPPD NTB gelar misi penjualan sambut WSBK
"Kami minta dan sangat mendorong pemerintah agar harga tiket pesawat ini bisa turun," kata Ketua BPPD NTB Sahlan M Saleh, di Mataram, Selasa.
Ia menyebutkan salah satu indikator yang membuat harga tiket pesawat ini mahal, karena harga komponen pesawat yang juga tinggi. Contohnya, harga avtur, parkir pesawat, garbarata, airport tax, dan landing fee.
"Ini komponen yang mendorong tinginya harga tiket pesawat," ujar Saleh yang juga Ketua Asosiasi Travel Agent Indonesia (ASTINDO) NTB ini pula.
Baca juga: Pemprov NTB minta pengurus BPPD NTB bangun citra pariwisata
Dia mencontohkan harga tiket pesawat Rp1 juta, dari harga tersebut Rp600 ribu dipotong untuk komponen pesawat, sehingga inilah yang kemudian menurutnya merugikan masyarakat selaku konsumen.
Oleh karena itu, pihaknya mendorong pemerintah dapat mengurangi beban komponen tersebut bisa berkurang, sehingga berdampak kepada harga tiket jauh lebih murah.
Menurutnya, bila harga tiket pesawat turun, maka akan berpengaruh pada meningkatnya arus kunjungan wisatawan ke NTB. Mengingat, NTB sebagai salah satu tujuan destinasi di Indonesia, sangat bergantung pada lancarnya transportasi udara tersebut.
"Inilah yang kami dorong kepada pemerintah bagaimana bisa menurunkan harga komponen di pesawat," katanya lagi.
Baca juga: Pj Gubernur minta BPPD jadi solusi pariwisata NTB
Baca juga: BPPD NTB gelar misi penjualan sambut WSBK
Pewarta : Nur Imansyah
Editor : Abdul Hakim
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Danantara hadiri pertemuan BEI--MSCI, Pandu Sjahrir: Kami hanya ikut menyimak
02 February 2026 18:32 WIB
Manfaatkan AI, UMMAT perkuat daya saing dosen di jurnal Internasional bereputasi
29 January 2026 19:00 WIB
Gunung Sangeang Api Bima kian aktif, Badan Geologi temukan peningkatan gempa vulkanik dalam
27 January 2026 9:10 WIB
Terpopuler - Kota Mataram
Lihat Juga
Diskominfo Mataram Jadi OPD pertama tempati kantor baru di Lingkar Selatan
10 February 2026 17:48 WIB