Ali BD Ibaratkan Debat Kandidat Seperti Kuis
Jumat, 4 Mei 2018 21:08 WIB
Calon Gubernur NTB H Moch Ali Bin Dahlan. (Foto Antaranews/Iman).
Mataram (Antaranews NTB) - Calon Gubernur Nusa Tenggara Barat H Moch Ali Bin Dahlan mengibaratkan acara debat kandidat yang akan dilaksanakan Komisi Pemilihan Umum pada 12 Mei 2018 seperti sebuah kuis, sehingga tidak perlu ada yang ditakutkan.
"Kalau kita debat dan adu gagasan itu mestinya satu lawan satu, kalau sudah melibatkan banyak orang bukan debat lagi tapi itu sudah kuis ya," kata Ali Bin Dahlan di Mataram, Jumat.
Ia menegaskan, kendati mengibaratkan debat kandidat seperti acara kuis, tetapi dirinya tetap akan mempersiapkan diri sebaik mungkin. Bahkan, dirinya mengaku siap hadir dalam acara debat kandidat yang akan dilaksanakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 12 Mei 2018 tersebut.
"Nanti kita lihat dulu apa materinya," ujarnya.
Bupati Lombok Timur dua periode ini mengaku tidak gentar beradu ide dan gagasan dengan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur yang ikut dalam kontestasi Pilkada NTB. Bahkan, dirinya siap jika dihadapkan satu lawan satu pada acara debat kandidat.
"Saya tidak takut, justru kalau bisa satu lawan satu," tegas Ali BD menyikapi isu dirinya tak akan hadir pada acara debat kandidat yang diselenggarakan KPU NTB.
KPU NTB memastikan debat calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTB untuk putaran pertama akan dilaksanakan 12 Mei 2018.
"Acaranya akan dilaksanakan di Hotel Lombok Raya dan disiarkan langsung di televisi nasional," kata Komisioner KPU NTB Suhardi Soud.
Ia mengatakan, debat calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTB ini dilaksanakan pukul 19.30-21.30 Wita dengan durasi selama 90 menit. Untuk materi dan isu yang diangkat pada debat kandidat putaran pertama ini, soal kesejahteraan rakyat dan pelayanan publik.
Acara debat calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTB akan dilaksanakan dua putaran. Untuk debat putaran kedua dilaksanakan 20 Juni 2018, dengan tema penyelerasan pembangunan antara pusat dan daerah.
"Kalau kesiapan semua sudah siap, termasuk para calon sudah menyatakan kesiapan untuk tampil di acara itu," katanya.
Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur 2018 diikuti oleh empat pasangan calon. Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur nomor urut satu H Moh Suhaili FT dan H Muhammad Amin maju dengan dukungan Partai Golkar, Nasdem dan PKB. Sementara pasangan nomor urut dua H Ahyar Abduh dan Mori Hanafi diusung oleh Partai Gerindra, PDI Perjuangan, PPP, PAN, Hanura, PBB.
Peserta lainnya, pasangan nomor urut tiga H Zulkieflimansyah dan Hj Sitti Rohmi Djalilah, mengikuti pemilihan dengan dukungan dari Partai Demokrat dan PKS dan pasangan nomor urut empat H Moch Ali Bin Dahlan dan TGH Lalu Gede Muh Ali Wisarakti maju melalui jalur perseorangan (independen). (*)
"Kalau kita debat dan adu gagasan itu mestinya satu lawan satu, kalau sudah melibatkan banyak orang bukan debat lagi tapi itu sudah kuis ya," kata Ali Bin Dahlan di Mataram, Jumat.
Ia menegaskan, kendati mengibaratkan debat kandidat seperti acara kuis, tetapi dirinya tetap akan mempersiapkan diri sebaik mungkin. Bahkan, dirinya mengaku siap hadir dalam acara debat kandidat yang akan dilaksanakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 12 Mei 2018 tersebut.
"Nanti kita lihat dulu apa materinya," ujarnya.
Bupati Lombok Timur dua periode ini mengaku tidak gentar beradu ide dan gagasan dengan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur yang ikut dalam kontestasi Pilkada NTB. Bahkan, dirinya siap jika dihadapkan satu lawan satu pada acara debat kandidat.
"Saya tidak takut, justru kalau bisa satu lawan satu," tegas Ali BD menyikapi isu dirinya tak akan hadir pada acara debat kandidat yang diselenggarakan KPU NTB.
KPU NTB memastikan debat calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTB untuk putaran pertama akan dilaksanakan 12 Mei 2018.
"Acaranya akan dilaksanakan di Hotel Lombok Raya dan disiarkan langsung di televisi nasional," kata Komisioner KPU NTB Suhardi Soud.
Ia mengatakan, debat calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTB ini dilaksanakan pukul 19.30-21.30 Wita dengan durasi selama 90 menit. Untuk materi dan isu yang diangkat pada debat kandidat putaran pertama ini, soal kesejahteraan rakyat dan pelayanan publik.
Acara debat calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTB akan dilaksanakan dua putaran. Untuk debat putaran kedua dilaksanakan 20 Juni 2018, dengan tema penyelerasan pembangunan antara pusat dan daerah.
"Kalau kesiapan semua sudah siap, termasuk para calon sudah menyatakan kesiapan untuk tampil di acara itu," katanya.
Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur 2018 diikuti oleh empat pasangan calon. Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur nomor urut satu H Moh Suhaili FT dan H Muhammad Amin maju dengan dukungan Partai Golkar, Nasdem dan PKB. Sementara pasangan nomor urut dua H Ahyar Abduh dan Mori Hanafi diusung oleh Partai Gerindra, PDI Perjuangan, PPP, PAN, Hanura, PBB.
Peserta lainnya, pasangan nomor urut tiga H Zulkieflimansyah dan Hj Sitti Rohmi Djalilah, mengikuti pemilihan dengan dukungan dari Partai Demokrat dan PKS dan pasangan nomor urut empat H Moch Ali Bin Dahlan dan TGH Lalu Gede Muh Ali Wisarakti maju melalui jalur perseorangan (independen). (*)
Pewarta : Nur Imansyah
Editor : Nur Imansyah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kejati NTB terima pengembalian Rp6,7 Miliar kasus lahan Sirkuit MXGP Samota
19 January 2026 15:40 WIB
Mantan bupati Lotim sebut appraisal ulang lahan MXGP atas permintaan Sangka Suci
13 January 2026 18:27 WIB
Kerugian kasus korupsi lahan Sirkuit MXGP Samota bermuara di Ali Bin Dachlan
09 January 2026 16:37 WIB
Kemarin, kesiapan KPU jelang pencoblosan, seruan menangkan cagub hingga kasus BD di NTB
18 November 2024 6:43 WIB, 2024
Kasus gratifikasi, Kejati NTB minta klarifikasi pemilik awal lahan MXGP Samota
04 September 2024 18:51 WIB, 2024
Terpopuler - Polhukam
Lihat Juga
Inspektorat Situbondo Jatim menyerahkan dokumen dana desa ke kejaksaan
05 January 2024 5:20 WIB, 2024
Pengamat menyesalkan TNI AD tak koordinasi ke polisi terkait relawan Ganjar
05 January 2024 5:17 WIB, 2024
Polres Sukabumi Jabar menangkap pemuda penganiaya perempuan di bawah umur
05 January 2024 5:08 WIB, 2024
Saksi sidang korupsi Poltekkes Mataram mengungkap ada barang tak berguna
04 January 2024 17:48 WIB, 2024