Baznas Mataram salurkan bantuan cegah pernikahan anak
Selasa, 8 Mei 2018 22:28 WIB
Sejumlah pelajar SMA berdiskusi di Taman Budaya NTB tentang risiko pernikahan usia dini. (Foto Antaranews NTB/Awaludin)
Mataram (Antaranews NTB)- Kepala Badan Amil Zakat Daerah Kota Mataram H Mahsar Malacca mengatakan, pemberian bantuan siswa merupakan salah satu upaya mencegah terjadinya pernikahan anak.
"Untuk itu bantuan kami berikan kepada siswa kelas III SMP dan SMA agar mereka bisa melanjutkan sekolah ke tingkat yang lebih tinggi. Tidak buru-buru menikah," katanya kepada sejumlah wartawan di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Selasa.
Ia mengatakan, setiap tahun sasaran pemberian bantuan siswa untuk melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi menyasar ratusan pelajar tingkat SMP dan SMA meskipun pengelolaan SMA/sederajat tidak lagi berada di Pemerintah Kota Mataram.
"Tetapi, masa depan anak-anak menjadi tanggung jawab bersama yang harus diperhatikan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat," katanya.
Dikatakan, besaran bantuan yang diberikan kepada siswa tidak mampu untuk tingkat SMP Rp600 ribu per orang, sedangkan untuk tingkat SMA sebesar Rp750 ribu per orang.
Selain memberikan bantuan kepada siswa untuk melanjutkan sekolah, Baznas Kota Mataram juga memiliki program satu keluarga satu sarjana (SKSS) yang telah berlangsung sekitar tiga tahun.
Artinya, Baznas memberikan bantuan untuk biaya kuliah bagi pemuda berperstasi namun secara ekonomi tidak mampu. Dimana sampai saat ini pemuda yang mendapatkan bantuan itu sebanyak 30 orang.
"Bahkan satu orang saat ini sudah lulus dari Universitas Indonesia dan kini bertugas di SMAN 1 Mataram," katanya.
Menurutnya, untuk mendapatkan program ini calon penerima beasiswa dari Baznas harus membuktikan diri tidak mampu secara ekonomi dengan surat rekomendasi dari lingkungan mengetahui lurah.
Sementara untuk pembuktian prestasi, mereka harus melampirkan bukti indeks prestasi (IP) di atas tiga koma. "Jika IP di bawah tiga koma, kami tidak bisa memberikan bantuan," katanya.
Besaran bantuan yang didapatkan oleh setiap mahasiswa masing-masing sebesar Rp4 juta per tahun, yang diberikan per semester sebesar Rp2 juta.
"Jika dalam pertengahan IP mereka turun dari tiga koma, bantuan kami hentikan. Sejauh ini belum ada yang dihentikan akibat penurunan IP," katanya.
Anggaran pemberian bantuan beasiswa itu bersumber dari zakat, infak dan sedekah (ASN) aparatur sipil negara (ASN) muslim lingkup Pemerintah Kota Mataram.
(*)
"Untuk itu bantuan kami berikan kepada siswa kelas III SMP dan SMA agar mereka bisa melanjutkan sekolah ke tingkat yang lebih tinggi. Tidak buru-buru menikah," katanya kepada sejumlah wartawan di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Selasa.
Ia mengatakan, setiap tahun sasaran pemberian bantuan siswa untuk melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi menyasar ratusan pelajar tingkat SMP dan SMA meskipun pengelolaan SMA/sederajat tidak lagi berada di Pemerintah Kota Mataram.
"Tetapi, masa depan anak-anak menjadi tanggung jawab bersama yang harus diperhatikan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat," katanya.
Dikatakan, besaran bantuan yang diberikan kepada siswa tidak mampu untuk tingkat SMP Rp600 ribu per orang, sedangkan untuk tingkat SMA sebesar Rp750 ribu per orang.
Selain memberikan bantuan kepada siswa untuk melanjutkan sekolah, Baznas Kota Mataram juga memiliki program satu keluarga satu sarjana (SKSS) yang telah berlangsung sekitar tiga tahun.
Artinya, Baznas memberikan bantuan untuk biaya kuliah bagi pemuda berperstasi namun secara ekonomi tidak mampu. Dimana sampai saat ini pemuda yang mendapatkan bantuan itu sebanyak 30 orang.
"Bahkan satu orang saat ini sudah lulus dari Universitas Indonesia dan kini bertugas di SMAN 1 Mataram," katanya.
Menurutnya, untuk mendapatkan program ini calon penerima beasiswa dari Baznas harus membuktikan diri tidak mampu secara ekonomi dengan surat rekomendasi dari lingkungan mengetahui lurah.
Sementara untuk pembuktian prestasi, mereka harus melampirkan bukti indeks prestasi (IP) di atas tiga koma. "Jika IP di bawah tiga koma, kami tidak bisa memberikan bantuan," katanya.
Besaran bantuan yang didapatkan oleh setiap mahasiswa masing-masing sebesar Rp4 juta per tahun, yang diberikan per semester sebesar Rp2 juta.
"Jika dalam pertengahan IP mereka turun dari tiga koma, bantuan kami hentikan. Sejauh ini belum ada yang dihentikan akibat penurunan IP," katanya.
Anggaran pemberian bantuan beasiswa itu bersumber dari zakat, infak dan sedekah (ASN) aparatur sipil negara (ASN) muslim lingkup Pemerintah Kota Mataram.
(*)
Pewarta : Nirkomala
Editor : Awaludin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Tes urine positif THC, Pelaku pembunuhan ibu kandung di Mataram terindikasi ganja
30 January 2026 18:39 WIB
Manfaatkan AI, UMMAT perkuat daya saing dosen di jurnal Internasional bereputasi
29 January 2026 19:00 WIB
Terpopuler - Umum
Lihat Juga
Wow kirab pemuda Nusantara di Lombok dimeriahkan tradisi "nyongkolan"
02 November 2018 4:47 WIB, 2018