Mataram (ANTARA) - Dinas Lingkungan Hidup Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat memanfaatkan batako yang dibuat dari limbah plastik untuk penataan areal Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) modern Sandubaya.

"Alhamdulillah, produksi batako (paving block) dari limbah plastik saat ini sudah mencapai puluhan ribu keping, sehingga bisa kami manfaatkan untuk penataan areal TPST," kata Kepala Bidang (Kabid) Persampahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram Vidi Partisan Yuris Gamanjaya di Mataram, Kamis.

Berdasarkan data, TPST modern Sandubaya saat ini mengolah sampah sekitar 40-46 ton per hari dari dua kecamatan, yakni Sandubaya dan Cakranegara.

Dari jumlah itu, 18 ton sampah tersebut merupakan sampah organik dan sisanya 28 ton sampah plastik atau sekitar 61 persen.

"Tingginya volume sampah plastik yang diolah di TPST modern itu, membuat kami harus berinovasi mengolah limbah plastik agar bisa menjadi pendapatan baru dan masuk ke kas daerah," katanya.

Baca juga: DLH Mataram dapat tambah satu unit mesin pencetak limbah plastik jadi batako

Akan tetapi, karena aturan untuk penjualan batako yang dihasilkan dari TPST belum ada, pihaknya belum dapat menjual secara bebas batako yang dihasilkan.

Oleh karena itu, batako yang dihasilkan setiap hari sekitar 150-180 keping atau sekitar 5 meter per segi dengan menggunakan dua mesin, dimanfaatkan untuk penataan areal TPST sekaligus menjadi uji coba.

"Hasil evaluasi, untuk kualitas kami jamin kuat dan tahan segala cuaca asalkan tidak terkena api besar dan jangka waktu lama," katanya.

Baca juga: DLH usulkan tambahan alat pencetak batako dari limbah plastik di Mataram

Wali Kota Mataram Mohan Roliskana juga sudah memberikan izin kepada pihak lingkungan yang membutuhkan batako untuk penataan jalan atau taman lingkungan bisa mengajukan permohonan ke DLH.

"Kalau sudah ada instruksi, kami siap kirim ke lingkungan. Dengan catatan, harus ada surat permohonan," katanya.

Di sisi lain, DLH Kota Mataram saat ini juga sedang melakukan kajian terhadap harga batako dari limbah plastik yang akan ditetapkan per meter persegi.

Jika merujuk pada harga batako biasa sekitar Rp60.000-Rp70.000 per meter persegi, maka harga batako dari limbah plastik di bawah harga itu.

"Mungkin kami bisa tetapkan harga sekitar Rp40.000-Rp50.000 per meter persegi. Harga kami buka lebih murah agar bisa membantu masyarakat mendapatkan harga alternatif," katanya.

Baca juga: UMKM paving dan batako rasakan dampak ekonomi FABA PLTU Sumbawa
Baca juga: DLH Mataram berhasil mencetak 1.000 lebih batako dari limbah plastik
Baca juga: TPST modern dilengkapi alat olah sampah plastik jadi batako


Pewarta : Nirkomala
Editor : Abdul Hakim
Copyright © ANTARA 2025