Mataram (ANTARA) - Dinas Sosial Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat mulai hari ini mengurangi produksi nasi bungkus bagi korban banjir yang terjadi pada Minggu (6/7) yang disiapkan melalui dapur umum.
"Mulai hari ini nasi bungkus yang kami siapkan hanya 1.500 bungkus, dari biasanya 6.000 bungkus," kata Sekretaris Dinas Sosial (Dinsos) Kota Mataram Andi Darwis di Mataram, Senin.
Ia mengatakan, pengurangan produksi nasi bungkus tersebut sesuai dengan permintaan resmi dari sejumlah kelurahan yang terdampak dan menyatakan warganya sudah bisa kembali beraktivitas normal dan bisa masak sendiri.
Untuk memastikan hal itu, tim Dinsos Kota Mataram juga sudah melakukan survei langsung ke lokasi dan terbukti beberapa titik pengungsian seperti di Masjid Karang Sukun dan TP Pertiwi Mataram sudah kosong dari pengungsi.
Baca juga: Cegah banjir, Duta Lingkungan NTB ajak warga tetap jaga hutan
Namun demikian, lanjutnya, masih ada dua lingkungan yakni Lingkungan Pandan Salas, dan Sweta Barat, Kecamatan Cakranegara yang datang secara mandiri mengambil jatah nasi bungkus.
Mereka yang datang langsung mengakui sudah tidak mengungsi tetapi belum bisa masak karena masih membersihkan rumah, ada yang dapurnya hanyut, dan ada juga yang peralatan masak terutama kompor mereka hanyut sehingga masih membutuhkan bantuan nasi dari dapur umum.
"Merekalah yang kami siapkan, tapi itu juga sekitar 500 bungkus," katanya.
Baca juga: BPJS Ketenagakerjaan salurkan bantuan Rp99,9 juta untuk korban banjir di Mataram
Sisanya 1.000 bungkus, tambah Andi, disiapkan untuk petugas dan masyarakat yang masih gotong royong melakukan pembersihan sungai, drainase, dan membantu warga terdampak.
Dengan kondisi korban banjir yang sudah mulai normal, katanya, kegiatan dapur umum masih dipertimbangkan apakah akan disetop sesuai jadwal pada Rabu, 16 Juli 2025, atau diperpanjang lagi.
"Prinsipnya kami siap laksanakan apa yang menjadi keputusan kepala daerah," katanya.
Dia berharap, kondisi cuaca bisa terus bersahabat agar masyarakat dapat kembali beraktivitas secara normal untuk pemulihan ekonomi korban banjir.
Baca juga: TP PKK berikan trauma healing bagi anak korban banjir di Mataram
Baca juga: BPJS-TK menyalurkan bantuan Rp99,9 juta untuk korban banjir di Mataram
Baca juga: Dinsos NTB: Seluruh lansia sudah kembali ke PPSLU pasca-banjir
Baca juga: Pemprov NTB membantu suplai beras untuk penyintas banjir di Mataram
Baca juga: Gerakan spiritual dari banjir: Ketika air bah menyentuh relung kemanusiaan