Mataram (ANTARA) - Tim Relawan Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk misi kemanusiaan bencana Aceh, mendistribusikan 600 paket bantuan bagi penyintas bencana di Desa Simpang Tiga, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara, Sabtu. Ketua Tim Relawan Tanggap Bencana Dinas Sosial NTB, Lalu Madahan, mengatakan sejumlah barang kebutuhan bagi masyarakat terdampak bencana diperoleh dari Dinas Sosial Aceh yang bersumber dari banyak donasi untuk didistribusikan ke lokasi yang telah ditentukan.

"Selain droping barang kebutuhan, Tagana NTB juga mengerjakan pemasangan filter air, perbaikan mesin air dan kebutuhan dapur umum," ujarnya dalam keterangan diterima di Mataram, Sabtu.

Rincian sejumlah barang yang diterima relawan Tagana Dinsos NTB dari Kementerian Sosial melalui Dinsos Aceh berupa perlengkapan ibadah pria dan wanita, perlengkapan sekolah pakaian anak dan dewasa serta perlengkapan mandi sebanyak 600 paket bantuan.

Adapula kasur 10 unit, penjernih air 2 unit, kid ware 10 unit, family kit 10 lembar, tenda gulung 5 lembar dan selimut 10 lembar. Ia menyatakan, droping bantuan tersebut baru terbagi separuhnya dan dipusatkan di Puskesmas setempat yang telah difungsikan kembali.

Baca juga: Sebanyak 758 calon jamaah haji Lombok Tengah melunasi Bipih

Tim NTB sendiri seperti dikatakan Madahan hanya membawa obat obatan dan alat kesehatan vital secukupnya. Ia mensyukuri bantuan yang dipercayakan kepada Tim NTB sehingga dapat melakukan pelayanan disamping tugas revitalisasi Puskesmas yang terdampak paling parah di lokasi ini.

NTB mengirimkan dua tim relawan berjumlah 11 orang dengan dua orang dokter yang sampai saat ini masih bekerja dengan kondisi pasca bencana serba kekurangan dari sisi logistik maupun fasilitas standar bencana.

Baca juga: Langit padat akhir tahun

"Masih jauh dari pemulihan. Saat ini distribusi bantuan bagi masyarakat kami prioritaskan di sekitar Puskesmas," tuturnya.

Dari pantauan lapangan tim NTB, kerusakan yang ditimbulkan akibat bencana belum sepenuhnya tertangani sehingga tim tetap fokus pada pelayanan kesehatan namun tetap siaga membantu kedaruratan lain yang dibutuhkan.