"Apa yang menjadi program provinsi, kabupaten, dan desa bisa seiring berjalan sehingga betul-betul bisa bermanfaat bagi masyarakat,"
Mataram (ANTARA) - Sejumlah kepala desa dari Kabupaten Lombok Timur yang tergabung dalam Forum Komunikasi Kepala Desa (FKKD) mendukung program desa berdaya guna mengentaskan kemiskinan dan peningkatan ekonomi masyarakat.
Ketua FKKD Lombok Timur, Khairul Ihsan, mengapresiasi program desa berdaya yang dicetuskan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB, dalam membantu pengentasan kemiskinan ekstrem dan ekonomi masyarakat. Program itu, diharapkan bisa berjalan tepat sasaran melalui sinergi antara pemerintah provinsi, kabupaten, dan desa.
"Apa yang menjadi program provinsi, kabupaten, dan desa bisa seiring berjalan sehingga betul-betul bisa bermanfaat bagi masyarakat," ujarnya usai bertemu Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal di Mataram, Kamis.
Ia mengatakan, pemerintah desa membutuhkan pembinaan dan pengawasan yang intensif dari provinsi dan kabupaten agar pengelolaan program tidak berjalan tanpa arah.
"Harus tetap ada pengawasan dan pembinaan supaya program ini tidak menjadi liar, namun bisa terarah dan betul-betul bermanfaat," kata Kepala Desa Masbagik Utara Baru ini.
Menurutnya, program desa berdaya menitikberatkan pada tiga sektor prioritas, yakni pariwisata, lingkungan, dan ketahanan pangan. Setiap desa diberikan keleluasaan untuk menentukan fokus sesuai dengan potensi dan karakteristik wilayah masing-masing.
Mengingat, di Lombok Timur terdapat desa yang lebih menonjol di sektor ketahanan pangan, potensi pariwisata atau kebutuhan penanganan lingkungan dan infrastruktur dasar.
"Tidak semua sektor dijalankan sekaligus, bisa dipilih sesuai potensi desa masing-masing," ujarnya.
Untuk mendapatkan program tersebut, setiap desa tengah menyusun proposal penggunaan anggaran yang nantinya akan diajukan ke Pemprov NTB. Proses perencanaan tersebut juga akan dibahas melalui Musyawarah Desa (Musdes) sebelum dimasukkan dalam APBDes sebagai pendapatan desa.
"Kami menargetkan seluruh proposal sudah rampung pada pertengahan bulan Mei ini," ucapnya.
Ia menambahkan, untuk Lombok Timur program desa berdaya pada tahap awal ini akan menyasar 64 desa.
"Ke depan, seluruh desa dan kelurahan dapat terakomodir oleh program tersebut," katanya.
Diketahui Pemprov NTB mengalokasikan bantuan keuangan khusus bagi 250 desa di seluruh NTB pada tahun anggaran 2026 melalui program desa berdaya.
Khusus di Lombok Timur, sebanyak 64 desa ditetapkan sebagai penerima, dengan alokasi dana sebesar Rp300 juta per desa. Penggunaan anggaran difokuskan pada tiga sektor prioritas, yakni ketahanan pangan, pengembangan pariwisata, dan pelestarian lingkungan, serta wajib melalui mekanisme Musyawarah Desa (Musdes).
Selain bantuan tematik, Pemprov NTB juga menggulirkan program desa berdaya transformatif yang menyasar 40 desa dengan tingkat kemiskinan ekstrem tertinggi. Berdasarkan validasi bersama Badan Pusat Statistik (BPS), terdapat 6.338 kepala keluarga (KK) yang menjadi target intervensi dengan alokasi anggaran yang diberikan Rp500 juta untuk 40 desa kategori miskin ekstrem.
Pewarta : Nur Imansyah
Editor:
Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026