Dompu (ANTARA) - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, mendorong layanan perpustakaan sebagai pusat belajar bagi pelajar mulai dari tingkat Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Dompu, Muhammad Abduh, mengatakan perpustakaan memiliki peran strategis dalam menunjang proses belajar mengajar, penelitian, serta pelaksanaan kurikulum pendidikan.

"Kami berkomitmen menjadikan layanan perpustakaan sebagai pusat belajar pelajar dalam rangka memperkuat budaya literasi dan meningkatkan kualitas pendidikan," ujarnya kepada ANTARA, Kamis.

Ia mengatakan, pihaknya membuka akses seluas-luasnya bagi satuan pendidikan untuk memanfaatkan perpustakaan sebagai pusat informasi, edukasi, dan pengembangan karakter pelajar.

Baca juga: Dispusip Dompu perkuat tata kelola arsip melalui transformasi digital

Melalui layanan tersebut, lanjut Abduh, pelajar didorong untuk meningkatkan kemampuan literasi baca tulis, literasi informasi, serta keterampilan berpikir kritis yang dibutuhkan dalam menghadapi tantangan pendidikan.

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Dompu juga menyediakan berbagai layanan edukatif, seperti kunjungan perpustakaan, bimbingan pemustaka, serta pengenalan koleksi dan fasilitas perpustakaan guna membiasakan pelajar memanfaatkan perpustakaan secara efektif dan bertanggung jawab.

Selain menyediakan akses bahan pustaka dan referensi yang relevan, perpustakaan difungsikan sebagai ruang baca yang nyaman dan kondusif untuk mendukung kegiatan belajar mandiri maupun kelompok.

Ia berharap, sinergi dengan seluruh sekolah di Kabupaten Dompu dapat terus terjalin secara berkelanjutan sehingga perpustakaan menjadi mitra strategis dunia pendidikan dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul, berdaya saing, dan berakhlak.

Baca juga: Literasi bangkit di Dompu, Festival tiga hari dipadati pelajar dan komunitas
Baca juga: Bupati Dompu minta Dispersip berinovasi untuk menarik minat generasi muda