Mataram (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca cerah yang terjadi beberapa hari terakhir di sejumlah wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) bersifat sementara akibat kelembapan udara belum cukup basah untuk membentuk awan hujan.

Ketua Kelompok Kerja Observasi, Data, dan Informasi Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid BMKG NTB Ari Wibianto mengatakan meski ada tiga sirkulasi siklonik di selatan Indonesia dan satu pusat tekanan rendah di utara Australia, kondisi itu tidak terlalu memengaruhi cuaca di NTB.

"Aliran massa udara terkonsentrasi di wilayah perairan selatan NTB, dan beberapa hari ini kelembapan di wilayah NTB tidak terlalu basah hingga lapisan atas," ujarnya di Mataram, Jumat.

Baca juga: Waspada! Tekanan rendah Australia picu hujan siang hingga malam di NTB

Ia menjelaskan kondisi cuaca cerah saat ini dipengaruhi oleh pola angin yang relatif aman dan terkonsentrasi di wilayah perairan selatan, terkhusus Samudera Hindia.

Ia mengimbau masyarakat NTB untuk mewaspadai potensi peningkatan hujan akibat pengaruh pusat tekanan rendah di wilayah utara Australia.

"Cuaca cerah masih bersifat sementara karena sekarang masih masuk musim hujan, sehingga tetap ada potensi cuaca ekstrem. Kami prakirakan mulai tanggal 31 Januari 2026, NTB kembali berpotensi hujan," kata dia.

Baca juga: Fenomena angin kencang di NTB dampak eks Siklon Luana

Ia mengingatkan masyarakat agar tidak lengah dengan kondisi cuaca cerah yang terjadi saat ini lantaran NTB masih berada dalam periode musim hujan.

Berdasarkan analisa BMKG, daerah yang berpotensi mengalami peningkatan hujan pada 31 Januari 2026 berada di sepanjang pesisir wilayah selatan NTB.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan melakukan mitigasi diri, keluarga, serta lingkungan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi, seperti genangan, banjir, banjir bandang, dan longsor," demikian Ari.

Baca juga: Waspada Siklon Tropis, BMKG sebut sistem 91S kian menguat di NTB
Baca juga: Langit yang tak lagi tenang