Mataram (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat berkomitmen mempertahankan status nol kasus (zero case) untuk penyakit campak di kota itu melalui optimalisasi kegiatan imunisasi.

"Alhamdulillah, sejauh ini kami berhasil pertahankan status nol kasus campak," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Mataram dr H Emirald Isfihan di Mataram, Jumat.

Hal tersebut disampaikan menyikapi kasus campak di kabupaten/kota di NTB yang mencapai ratusan, bahkan hingga berstatus kejadian luar biasa (KLB).

Menurut dia, keberhasilan Kota Mataram mempertahankan status zero campak dicapai melalui optimalisasi pelayanan imunisasi yang dilakukan secara masif dan terukur di berbagai fasilitas kesehatan.

Meskipun terdapat beberapa titik wilayah yang sempat menunjukkan resistensi atau penolakan, pihak tenaga kesehatan terus berupaya maksimal untuk memberikan edukasi dan layanan.

Baca juga: Dinkes Mataram pastikan imunisasi MR aman cegah campak pada anak

Penyakit campak, katanya, disebabkan oleh virus, merupakan salah satu penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I). Risikonya yang cukup berat terutama pada anak-anak sebab karena dapat menyerang sistem saraf hingga menyebabkan kematian.

"Karena itulah, kami memberikan atensi khusus pada setiap temuan kasus," katanya.

Pasalnya, munculnya satu kasus saja sudah dapat dikategorikan sebagai situasi darurat KLB. Karena itu, langkah-langkah preventif terus diperketat melalui edukasi masyarakat dengan memberikan pemahaman tentang pentingnya kekebalan kelompok.

Baca juga: Kota Mataram bebas kasus campak

Selain itu, sosialisasi masif dan mengajak orang tua untuk aktif membawa anak ke posyandu atau puskesmas. Kemudian dilakukan sistem skrining dan pendataan setiap bayi yang lahir langsung terdeteksi dalam data sasaran imunisasi.

Bahkan, untuk memastikan tidak ada anak yang terlewat dalam skrining itu, Dinas Kesehatan menerapkan sistem pemantauan yang ketat. Jika terdapat anak yang terdata namun belum mendapatkan imunisasi, tim "sweeping' akan segera bergerak melakukan tindak lanjut atau jemput bola.

Di sisi lain, pihaknya mengimbau kepada para orang tua yang merasa anaknya belum mendapatkan imunisasi lengkap, segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan di puskesmas terdekat.

"Imunisasi merupakan program wajib pemerintah, karena itu kami akan terus berperan aktif menjemput bola demi memastikan kesehatan generasi mendatang," katanya.

Baca juga: Belasan Ribu Siswa SD di Mataram Diimunisasi Campak