Lombok Tengah (ANTARA) - Bupati Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Pathul Bahri mengingatkan pengelolaan wisata untuk meningkatkan pengawasan pada libur lebaran 2026, agar kegiatan wisata berlangsung aman, nyaman, tertib, dan menyenangkan bagi para wisatawan.
"Ini sebagai langkah antisipatif untuk menjaga kualitas layanan pariwisata sekaligus mempertahankan citra positif destinasi wisata di Lombok Tengah," kata Lalu Pathul Bahri di Lombok Tengah, Kamis.
Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah mengeluarkan surat imbauan agar pengelolaan dan pelaku wisata meningkatkan pelayanan untuk memberikan kenyamanan bagi wisatawan yang berlibur pada libur Idul Fitri 1447 hijriah.
Dalam himbauan tersebut, pemerintah daerah meminta seluruh pengelola daya tarik wisata untuk melakukan pengendalian jumlah pengunjung sesuai dengan daya tampung destinasi.
"Pengaturan arus keluar masuk pengunjung juga perlu diperhatikan agar tidak terjadi kepadatan berlebih, khususnya pada destinasi wisata yang ramai dikunjungi selama masa libur lebaran," katanya.
Baca juga: Mudik Lebaran, Kapolda NTB cek pos pengamanan di Mandalika
Selain itu, pengelola destinasi juga diimbau untuk menempatkan petugas pengawas pada titik-titik yang dianggap rawan serta menyediakan rambu peringatan yang jelas, terutama pada kawasan pantai, air terjun, kolam renang, maupun area wisata yang memiliki potensi risiko bagi pengunjung.
"Petugas tempat wisata diharapkan tetap siaga," katanya.
Ia mengatakan aspek ketertiban dan kenyamanan wisatawan juga menjadi perhatian pemerintah daerah. Pengelola diminta menata area parkir secara tertib dan aman serta menyediakan kantong parkir tambahan apabila diperlukan.
"Hal ini penting agar akses kendaraan tetap lancar, termasuk akses kendaraan darurat apabila terjadi kondisi yang membutuhkan penanganan cepat," katanya.
Di sisi lain, pengelola destinasi wisata juga diminta meningkatkan pengelolaan kebersihan lingkungan dengan menyediakan tempat sampah yang memadai dan menambah petugas kebersihan selama periode libur lebaran.
"Upaya tersebut diharapkan dapat menjaga kelestarian lingkungan sekaligus menciptakan suasana wisata yang nyaman bagi para pengunjung," katanya.
Baca juga: Polisi siagakan 5 posko mudik Lebaran 2026 di Lombok Tengah
Transparansi informasi kepada wisatawan juga menjadi bagian penting dari himbauan tersebut. Pengelola diminta menyampaikan informasi terkait tarif, jam operasional, dan aturan yang berlaku di destinasi wisata secara terbuka melalui papan informasi maupun media digital.
Dalam memberikan pelayanan kepada wisatawan, pelaku usaha pariwisata diharapkan tetap mengedepankan prinsip Sapta Pesona, yakni menciptakan suasana wisata yang aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah, dan memberikan kenangan yang baik bagi setiap pengunjung.
"Kami mengingatkan agar setiap destinasi wisata menyediakan sarana keselamatan dasar seperti kotak P3K, informasi kontak darurat, serta titik kumpul untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan," katanya.
Baca juga: Berburu takjil sambil nikmati senja di Pasar Bilebante Lombok Tengah
Selain itu, pengelola diminta menetapkan tarif secara wajar dan transparan serta tidak melakukan pungutan di luar ketentuan yang berlaku. Koordinasi dengan instansi terkait seperti aparat keamanan, perhubungan, kesehatan, dan kebencanaan juga diharapkan terus dilakukan guna memastikan kelancaran aktivitas wisata.
Pengelola destinasi juga diminta untuk memantau perkembangan cuaca dan kondisi lingkungan serta menyesuaikan operasional destinasi apabila diperlukan, termasuk melakukan penutupan sementara demi keselamatan pengunjung.
Dalam kondisi darurat, masyarakat maupun wisatawan dapat memanfaatkan Layanan Darurat Terpadu Call Center 112 Kabupaten Lombok Tengah yang beroperasi selama 24 jam secara gratis untuk penanganan kejadian medis, kebakaran, maupun bencana.
"Imbauan ini diharapkan dapat menjadi pedoman bagi seluruh pihak dalam menyambut lonjakan kunjungan wisatawan selama libur Lebaran, sehingga pariwisata Lombok Tengah tetap terjaga kualitasnya dan memberikan pengalaman terbaik bagi para pengunjung," katanya.