Mataram (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat mendirikan tiga posko pengamanan terpadu saat puncak perayaan Lebaran Topat atau Ketupat 1447 Hijriah pada Sabtu 28 Maret 2026.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram Budi Wartono di Mataram, Rabu, mengatakan, tiga posko pengamanan terpadu akan didirikan di tiga objek wisata, yakni Pantai Loang Baloq, Pantai Boom atau Pantai Ampenan, dan Pantai Bintaro.
"Pada puncak perayaan Lebaran Topat yang dipusatkan di Makam Loang Baloq dan Makam Bintaro, masyarakat akan tumpah rumah di sepanjang 9,1 kilometer pantai Kota Mataram," katanya.
Karena itu, BPBD bersama aparat TNI/Polri, kelompok sadar wisata (Pokdarwis), Polairud (Polisi Perairan dan Udara), Satpol PP, aparat kecamatan, dan kelurahan akan berkolaborasi melakukan upaya antisipasi terutama mengoptimalkan pemberian imbauan kepada para pengunjung agar tetap waspada terhadap potensi perubahan cuaca.
Baca juga: Dua makam keramat di Mataram jadi pusat Lebaran Topat 2026
Mengingat aktivitas warga banyak terfokus di bibir pantai, BPBD memberikan perhatian khusus pada ancaman gelombang pasang.
"Yang perlu diantisipasi adalah gelombang pasang yang bisa datang tiba-tiba. Kami juga mengingatkan warga agar tidak abai terhadap keamanan saat mandi di laut atau saat berada di area kolam besar," katanya.
BPBD juga terus berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait pembaruan cuaca. Informasi dari BMKG, hingga saat ini, kondisi cuaca diprediksi cerah berawan tanpa adanya tanda-tanda siklon yang membahayakan saat perayaan Lebaran Topat.
Baca juga: Denyut Lebaran di ruang kota
Perubahan cuaca, katanya, bisa berdampak pada gelombang tinggi sehingga pengunjung harus terus diimbau untuk waspada dan berhati-hati saat mandi di laut, bermain di pantai, atau dekat kolam di Taman Loang Baloq.
"Untuk antisipasi lonjakan pengunjung pada perayaan Lebaran Topat tahun ini, petugas kami siagakan sebanyak 60 orang. Masing-masing posko, disiagakan 20 orang," katanya.
Selain menyiagakan petugas, BPBD juga menyiagakan satu unit speed boat untuk melakukan patroli pantai. Patroli itu juga dipersiapkan khusus apabila Wali Kota Mataram bersama jajaran Forkopimda hendak memantau situasi secara langsung.
Di setiap posko, petugas telah menyiapkan peralatan antisipasi bencana ringan dan alat komunikasi untuk memberikan imbauan secara masif.
BPBD yang bekerja sama dengan pihak Polairud dan Satpol PP juga akan memantau titik-titik rawan yang telah dipasangi rambu penanda bahaya.
"Masyarakat kami minta tetap waspada dan mengikuti arahan petugas di lapangan demi kenyamanan bersama," katanya.
Baca juga: Pantai Mataram diserbu saat Lebaran, pengawasan ditingkatkan
Baca juga: Polisi siapkan tujuh pos pengamanan Lebaran Topat di Mataram