Mataram (ANTARA) - Direktur BUMD PT Gerbang Nusa Tenggara Barat Emas (GNE) Yuyud Indrayudi memastikan jajarannya siap akan melakukan pembenahan dan perbaikan pada tata kelola dan bisnis perusahaan.
"Kami diminta untuk memperbaiki tata kelola dan meningkatkan kinerja. Untuk tahap awal ini tentu fokus utama konsolidasi di internal dan melihat proses bisnis yang berjalan," ujarnya di Kantor Gubernur NTB di Mataram, Selasa.
Diketahui Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB menetapkan tiga nama direksi baru PT GNE melalui RUPS. Tiga jajaran direksi itu, yakni Yuyud Indrayudi sebagai Direktur Utama, Sulman sebagai Direktur Keuangan dan Suhaimi sebagai Direktur Operasional.
Sementara Komisaris Utama dijabat oleh Izzuddin Mahili, dan Muhammad Ihwan, serta Lalu Aksar Ansori sebagai komisaris.
Ia mengatakan seluruh kebijakan perusahaan akan mengacu pada pada prinsip tata kelola perusahaan yang baik dan kepatuhan pada regulasi. Baik itu dari sisi operasional, keuangan, termasuk SDM.
"Semua akan kita perkuat sesuai aturan," tegas Yuyud.
Menurutnya, direksi akan bekerja sesuai arahan Gubernur NTB, yakni bagaimana bisnis perusahaan dapat memberikan manfaat kepada masyarakat.
"Itu fokus kita bagaimana kehadiran perusahaan bisa memberikan dampak pada masyarakat," tuturnya.
Ditanya seperti apa aktivitas utama perusahaan ke depan, pasca-kehadiran jajaran direksi baru. Yuyud menegaskan akan mempertahankan model bisnis yang sudah ada, yakni bisnis material dan konstruksi.
Meski demikian, pihaknya juga tidak akan menutup kemungkinan manajemen akan merambah unit bisnis baru selain yang sudah ada saat ini.
"Yang jelas kita lihat dulu kondisi yang ada. Kalau ada peluang lain kita akan coba," tegas Yuyud.
Lebih lanjut, pihaknya menepis bahwa jajaran direksi di isi oleh para tim sukses (Timses) Gubernur dan Wagub NTB pada pilkada 2024.
"Kami ini bukan timses dan tidak tahu menahu soal itu," ucapnya.
Ditanya seperti manajemen bisa mengatasi beban utang perusahaan yang jumlahnya mencapai Rp21,99 miliar. Ia menyatakan akan membahas-nya lebih lanjut di internal perusahaan.
"Kalau soal utang kami tidak berkomentar dulu. Nanti kita lihat bisnis-nya seperti apa," katanya.