Mataram (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, terus mendorong pengembangan batik khas Mataram sebagai ikon budaya dan ekonomi daerah melalui kehadiran Kampung Batik guna memenuhi kebutuhan lokal hingga menuju kancah internasional.

"Batik Mataram kini kami persiapkan untuk diproduksi secara masif guna memenuhi kebutuhan lokal hingga pasar internasional," kata Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (Perinkop UKM) Kota Mataram Jemmy Nelwan di Mataram, Sabtu.Ia mengatakan pemkot telah mengonsep Kampung Batik Mataram untuk dibentuk di enam kecamatan se-Kota Mataram, sehingga masing-masing kecamatan memiliki pembatik dengan ciri khas tersendiri di setiap kecamatan.

Menurut dia, Batik Mataram yang diproduksi saat ini merupakan batik tulis (handmade) yang dikerjakan secara manual oleh pengrajin lokal. Proses pembuatannya dimulai dari pendesainan secara digital sebelum dituangkan ke atas kanvas batik di Kantor Dinas Perinkop UKM Kota Mataram.

​"Karena ini batik tulis dan pengerjaannya manual, dalam satu bulan kita baru bisa menghasilkan sekitar 10 lembar kain dengan dukungan empat orang pengrajin yang ada saat ini," katanya.

Ia mengatakan ciri khas utama yang menonjol dari Batik Mataram adalah motif Sangkareang, yang merupakan ikon gapura Taman Sangkareang yang berada tepat di samping Kantor Wali Kota Mataram.

Motif itu dinilai sangat fleksibel untuk dimodifikasi dengan unsur alam dan ikon kota lainnya seperti flora dan fauna khas di Kota Mataram khususnya dan NTB secara umum.

Baca juga: Desa wisata berbasis budaya perkuat ekonomi lokal

Misalnya, dimodifikasi desain daun kangkung, cabai, hingga hewan seperti rusa dan burung "koak kaok" yang merupakan burung khas di daerah ini.

"Selain itu juga, dapat dipadukan dengan motif dengan elemen Tugu Mutiara dan Gapura Tembolak yang menjadi ikon Kota Mataram," katanya.

Dalam pengembangannya, lanjut Jemmy, Pemerintah Kota Mataram memiliki visi besar untuk mewajibkan penggunaan Batik Mataram sebagai seragam resmi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Mataram, serta instansi vertikal dan BUMN di daerah itu.

Baca juga: Pembatik cilik ingin batik karya seniman difabel Karawang

Rencananya, batik tersebut akan dikenakan pada hari-hari tertentu seperti Kamis atau Jumat untuk menonjolkan kearifan lokal.

​Tak hanya di level lokal, tambahnya, Batik Mataram kini telah mulai melangkah ke kancah internasional. Hal itu dicapai melalui kolaborasi dengan perancang busana nasional untuk memperkenalkan motif kebanggaan Mataram ini di berbagai peragaan busana mancanegara.

"Target ke depan, dengan adanya Kampung Batik, kami akan terus menambah jumlah perajin sehingga produksi bisa lebih masif dan identitas lokal kita semakin dikenal luas," katanya.