Mataram (ANTARA) - Pemerintah Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat mengingatkan jamaah calon haji berasal dari daerah itu pada musim haji 2026 mulai fokus melakukan persiapan untuk ibadah puncak di Armuzna, yakni Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

"Imbauan tersebut, kami sampaikan melalui ketua kelompok terbang (kloter) dan masing-masing ketua rombongan melalui telepon seluler untuk memastikan kondisi jamaah di Tanah Suci," kata Asisten I Sekda Kota Mataram Lalu Martawang di Mataram, Rabu.

Menurut informasi yang diterima dari para petugas, 809 calon haji berasal dari Kota Mataram tahun 2026, kini sudah berada di Tanah Suci Makkah, untuk persiapan ibadah ke Armuzna.

Hingga saat ini, informasi yang diterima mengenai kondisi kesehatan jamaah berasal dari daerah itu dilaporkan stabil. Petugas kloter maupun petugas yang bersiaga di Makkah dan Madinah memastikan belum ada laporan anggota jamaah membutuhkan perhatian medis khusus.

Dia mengharapkan jamaah mempertahankan kondisi kesehatan ini hingga seluruh rangkaian puncak haji selesai dan kembali ke Mataram dalam keadaan sehat walafiat.

"Semoga kondisi ini bisa terus dipertahankan para jamaah, agar jamaah bisa melaksanakan ibadah dengan lancar dan sehat hingga kembali ke Tanah Air," katanya.

Baca juga: Sebanyak 5.862 calon haji embarkasi Lombok sudah berada di Arab Saudi

Terkait dengan hal itu, Martawang, juga mengingatkan jamaah agar fokus menjaga kondisi kesehatan dan mempersiapkan fisik serta mental, apalagi cuaca di Tanah Suci dikabarkan mencapai 40 derajat Celsius.

"Puncak haji itu di Arafah. Dengan suhu yang relatif berada di atas 40 derajat Celsius, jamaah harus betul-betul mempersiapkan fisik. Jangan memaksakan diri untuk melaksanakan ibadah-ibadah sunah ataupun berwisata," katanya.

Baca juga: Menhaj memantau kesiapan haji Embarkasi Lombok

Para petugas juga diminta aktif mendampingi dan mengingatkan jamaah, terutama lanjut usia (lansia), agar dapat melaksanakan puncak ibadah haji dengan lancar. Informasi dari petugas haji lainnya, kata dia, mulai 25 Mei 2026 aktivitas peribadatan ke Masjidilharam dan kegiatan wisata luar ruang sudah dibatasi.

"Pembatasan tersebut bertujuan agar para jamaah dapat menghemat energi dan memprioritaskan persiapan menyambut fase krusial haji, yakni wukuf di Arafah," katanya.