Dompu (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, mendorong program “kurban produktif” pada momentum Idul Adha 1447 Hijriah melalui pengolahan daging kurban menjadi produk bernilai tambah guna memperkuat ekonomi masyarakat dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Dompu, Ilham, kepada ANTARA, Sabtu, mengatakan konsep kurban produktif diarahkan agar manfaat ekonomi Idul Adha tidak hanya dirasakan saat hari raya, tetapi juga memberi nilai ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat.
"Kami mulai mendorong sebagian daging kurban diolah menjadi produk bernilai tambah seperti abon dan rendang kemasan yang diproduksi oleh UMKM lokal," katanya.
Menurut dia, program tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam memperkuat ekosistem ekonomi lokal melalui pelibatan peternak rakyat, pelaku UMKM, jasa logistik, hingga sektor pengolahan pangan.
Ia menjelaskan pemerintah daerah juga mendorong panitia kurban, aparatur sipil negara (ASN), badan usaha milik daerah (BUMD), dan masyarakat membeli hewan kurban langsung dari kelompok peternak lokal binaan pemerintah.
Selain itu, pelaku UMKM lokal turut dilibatkan dalam penyediaan pakan ternak, jasa penyembelihan, hingga pengadaan wadah daging ramah lingkungan seperti besek bambu.
Ilham menyebutkan, momentum Idul Adha tahun ini memberikan dampak positif terhadap pendapatan peternak lokal di Dompu. Lebih dari 150 peternak yang tersebar di delapan kecamatan diperkirakan memperoleh keuntungan dari meningkatnya permintaan ternak kurban.
"Rata-rata penjualan sapi pada musim kurban tahun ini cukup menguntungkan dengan margin mencapai sekitar 30 persen setelah dikurangi biaya logistik," ujarnya.
Pemerintah daerah juga mempercepat layanan penerbitan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) untuk mendukung kelancaran distribusi ternak kurban antardaerah.
Baca juga: Sragen meluncurkan kredit UMKM bunga nolpersen
Tim kesehatan hewan diterjunkan langsung ke kandang-kandang peternak guna memastikan pemeriksaan kesehatan ternak berjalan cepat dan efisien.
Ilham mengatakan, kondisi usaha peternakan pada 2026 dinilai cukup kondusif karena didukung kemudahan perizinan berbasis sistem daring OSS, terkendalinya wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) serta lumpy skin disease (LSD), dan pengaturan jalur distribusi ternak oleh pemerintah provinsi untuk menghindari penumpukan di pelabuhan.
Sementara itu, Kabag Ekonomi Sekda Kabupaten Dompu, Inno Soekarno, mengatakan pengiriman ternak sapi keluar daerah pada momentum Idul Adha telah menjadi penggerak ekonomi masyarakat peternak dalam beberapa tahun terakhir.
Baca juga: Kementerian PKP bersinergi renovasi rumah dan pembiayaan usaha mikro
"Pemerintah daerah melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan juga memfasilitasi tol laut untuk pengiriman sapi Tambora guna memenuhi kebutuhan pasar kurban di Pulau Jawa, khususnya Jabodetabek," katanya.
Menurut dia, kenaikan biaya distribusi pada musim kurban merupakan kondisi musiman yang juga dipengaruhi kenaikan harga bahan bakar minyak dan biaya produksi secara global.