"Sekarang, penanganan COVID-19, tidak hanya memahami dan menerapkan protokol kesehatan 5M (memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilisasi), tetapi perlu ada empati dari berbagai pihak," katanya di Mataram, Rabu.
Pernyataan itu disampaikan Wali Kota sela menerima bantuan satu unit mobil ambulans dari BNI 46 Mataram yang dirangkaikan dengan kegiatan pencanangan digitalisasi layanan di RSUD Kota Mataram.
Wali Kota menilai, bantuan satu mobil unit ambulans dari pihak BNI 46 tersebut menjadi salah satu bentuk empati atau kepedulian pihak BNI dalam upaya penanganan kasus COVID-19 di Kota Mataram.
"Ambulans ini akan sangat bermanfaat, sebab fasilitas ambulans yang ada di RSUD Kota Mataram saat ini masih sangat terbatas yakni hanya enam unit, sementara kita butuh lebih dari itu untuk dapat memberikan pelayanan yang lebih luas dan maksimal," katanya.
Hal senada juga disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram dr H Usman Hadi yang mengatakan sepakat dengan upaya penaganan COVID-19 saat ini selain 5M juga harus ada empati.
"Apalagi COVID-19 saat ini sudah bermutasi menjadi berbagai jenis virus yang perlu diwaspadai, sebab tingkat penyebarannya lebih cepat," katanya.
Vaksinasi COVID-19 yang digencarkan saat ini, menurutnya, menjadi salah satu upaya untuk pencegahan. Tapi rasa empati dan kepedulian sosial perlu dilakukan agar bisa saling menjaga.
"Sekarang sedang marak dan ramainya masyarakat ke pusat-pusat perbelanjaan serta toko pakaian untuk persiapan Idul Fitri yang menimbulkan kerumunan dan kondisi itu bisa berpotensi jadi wadah penyebaran virus," katanya.
Terkait dengan itu Usman berharap, pihak terkait dalam hal ini Satgas COVID-19, bersama TNI/Polri dapat melakukan pengawasan dan penindakan terhadap aktivitas masyarakat yang terindikasi melanggar regulasi protokol kesehatan.
Pewarta : Nirkomala
Editor:
Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026