Mataram, 21/12 (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat segera menghimpun testimoni akhir kunjungan wisatawan dari berbagai pihak terkait, guna memastikan jumlah wisatawan yang berkunjung selama 2011.

  "Testimoni akhir itu perlu dilakukan karena Badan Pusat Statistik hanya mengambil data hunian di hotel berbintang, sementara tidak semua wisatawan menginap di hotel berbintang," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) H Lalu Gita Aryadi, di Mataram, Rabu.

  Ia mengatakan, kegiatan menghimpun testimoni akhir itu akan dilakukan awal Januari 2012 agar kunjungan wisatawan di akhir 2011 yang relatif banyak juga terekap.

  Para pihak yang diminta memberikan testimoni itu yakni pimpinan Badan Pusat Statistik (BPS), pengurus organisasi Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), dan petugas di pintu masuk wilayah NTB baik di bandara maupun pelabuhan.

  "Petugas di pelabuhan pariwisata seperti di tiga gili (Trawangan, Meno dan Air) juga akan diminta memberikan testimoni, karena ada kunjungan wisatawan menggunakan kapal pesiar yang langsung dari Bali ke tiga gili itu," ujarnya.

  Aryadi mengakui, angka kunjungan wisatawan ke wilayah NTB sebanyak 730 ribu orang, yang dilaporkan Gubernur NTB TGH M Zainul Majdi, dalam sidang paripurna khusus DPRD NTB terkait peringatan HUT ke-53 Pemprov NTB, 16 Desember 2011, merupakan angka hasil rumusan beragam testimoni sementara.

  Dalam sidang paripurna itu, Zainul mengklaim jumlah wisatawan yang berkunjung ke provinsi itu selama Januari hingga November 2011 mencapai 730.000 orang, yang mengalami peningkatan cukup signifikan jika dibanding tahun sebelumnya sebanyak 662.717 orang.

  Jumlah kunjungan wisatawan selama 11 bulan di 2011 itu, hampir mendekati target kunjungan wisatawan mancanegara maupun domestik di 2011 yakni 750 orang.

  Sebagai pembanding, realisasi kunjungan wisatawan sejak Januari hingga Nopember 2010 mencapai 662.717 orang, dari target sebanyak 700 ribu orang.

  Dari 662.717 orang itu, sebanyak 400.666 orang diantaranya merupakan wisatawan domestik dan 262.051 orang lainnya merupakan wisatawan mancanegara. 

  Jumlah kunjungan wisatawan di 2010 itu, juga mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan jumlah kunjungan wisatawan di tahun sebelumnya.  

  Jumlah kunjungan wisatawan selama 2009 sebanyak 619.370 orang, yang melebihi target pada tahun itu yang ditetapkan sebanyak 556.021 orang.

  Dari 619.370 orang wisatawan itu, sebanyak 386.845 orang di antaranya merupakan wisatawan nusantara dan 232.525 orang wisatawan mancanegara.

  Versi BPS NTB, kunjungan wisatawan ke Provinsi NTB sejak tiga tahun terakhir ini mengalami peningkatan drastis yang dapat mencapai 21 persen jika dibanding tahun-tahun sebelumnya.

  Dasar peningkatan target kunjungan wisatawan itu, yakni laporan BPS tentang Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang yang mengalami peningkatan setiap bulan.

  Alasan lainnya yakni hasil testimoni yang menyatakan TPK hotel berbintang rata-rata meningkat hingga mencapai 80 persen setiap bulan.

  Juga alasan fakta-fakta seperti even MICE, even museum, forum komunikasi (forkom) dan kegiatan lainnya yang dapat memacu peningkatan angka kunjungan wisatawan.

   BPS NTB menilai peningkatan jumlah kunjungan wisatawan yang cukup signifikan itu, merupakan buah dari upaya bersama pemerintah provinsi dengan pemerintah kabupaten/kota, yang mengembangkan berbagai even monumental yang berskala nasional maupun internasional, sebagai rangkaian kegiatan Visit Lombok Sumbawa 2012 dengan target satu juta wisatawan.

  Dengan peningkatan kunjungan wisatawan setiap tahun itu, mengindikasikan target program Visit Lombok Sumbawa (VLS) 2012 yang diluncurkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada Juli 2009, dapat dicapai. (*)

Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026