"Kami dari sektor pariwisata meminta Kemhub lakukan berbagai cara agar rute penerbangan Hong Kong-Lombok itu terealisasi," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disbudpar) Provinsi NTB H Lalu Gita Aryadi, di Mataram, Jumat.
Ia mengatakan, jika masih ada hal yang mengganjal realisasi penerbangan langsung Hong Kong-Lombok, seperti kondisi Bandara Internasional Lombok (BIL) atau aspek perhubungan lainnya, maka hal itu patut dibereskan secepatnya.
Perwakilan Maskapai penerbangan Cathay Pacifik sudah melakukan penjajakan pada pertengahan Maret 2013, dan sempat berdialog dengan unsur Pemerintah Provinsi NTB, dan pihak terkait lainnya.
Penjajakan itu dilakukan setelah rombongan investor Hong Kong yang dikoordinir Sekretaris Perdagangan dan Pembangunan Ekonomi Pemerintah Hong Kong Gregory So, mewakili Menteri Pariwisata Hong Kong, berkunjung ke Indonesia.
Setelah tiba di Jakarta, keesokan harinya rombongan dari Hong Kong itu dan keesokan harinya menggelar pertemuan dengan Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Suryo Bambang Sulisto, dan Menteri Perdagangan Indonesia Gita Wirjawan.
Selanjutnya, menghadiri "Life Style Ezpo" yang diselenggarakan oleh Hong Kong Trade Development Council (HKTDC) di Jakarta Convention Center (JCC), pada Kamis (14/3) malam.
Kunjungan ke Pulau Lombok, NTB, pada Jumat (15/3) siang, atau setelah pertemuan dengan Sekretaris Jenderal (Sekjen) ASEAN Le Luong Munh, di Jakarta.
Pada Sabtu (16/3), rombongan investor Hong Kong yang berjumlah 20-an orang itu meninjau kawasan pariwisata Senggigi, Kabupaten Lombok Barat, kemudian berkunjung ke pulau kecil (gili) yang banyak diminati wisatawan termasuk wisatawan Hong Kong.
Para investor itu akan bermalam di Gili Trawangan, sekaligus menggelar pertemuan silaturahmi dengan wisatawan Hong Kong yang tengah berwisata di wilayah NTB. Setelah itu, bertolak ke Bali, kemudian meneruskan perjalanan ke Hong Kong.
"Kalau soal 'slot time' penerbangan asing ke Bandara Lombok tidak ada masalah. Mungkin aspek lain yang berkaitan dengan sektor perhubungan yang belum beres, itu yang perlu diperlancar oleh Kementerian Perhubungan," ujar Gita.
Menurut Gita, bukan hanya kepentingan pariwisata yang melatarbelakangi Pemprov NTB mengharapkan rute penerbangan langsung Hong Kong-Lombok terealisasi, namun juga aspek ketenagakerjaan.
Jumlah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal NTB yang bekerja di kawasan industri Hong Kong juga cukup banyak, dan akan semakin meningkat jika telah ada penerbangan langsung dari Hong Kong ke Lombok. (*)
Pewarta :
Editor:
Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026