"Targetnya 200.000 ton, kalau kapasitas gudang tidak cukup, terpaksa sewa gudang swasta," kata Kepala Seksi Umum dan Operasional Bulog Divre NTB Raden Guna Dharma.
Mataram (Antara Mataram) - Bulog Divisi Regional (Divre) Nusa Tenggara Barat berupaya menyerap sebanyak 200.000 ton beras petani, meskipun kapasitas tampung gudang hanya 98.500 ton.

"Targetnya 200.000 ton, kalau kapasitas gudang tidak cukup, terpaksa sewa gudang swasta," kata Kepala Seksi Umum dan Operasional Bulog Divre NTB Raden Guna Dharma, di Mataram, Selasa.

Ia mengatakan, gudang penyimpangan bahan pangan pokok (beras, gabah, kedelai dan bahan pahan pokok lainnya) dalam pengawasan Bulog NTB sebanyak 15 unit dengan kapasitas tampung 98.500 ton dengan rincian masing-masing tiga unit gudang di Kabupaten Sumbawa, Bima, Lombok Timur, Lombok Tengah, dan Mataram (termasuk Lombok Barat).

Selain itu, Bulog NTB juga mengelola sejumlah gudang kecil kapasitas di bawah 10.000 ton. Sementara pengadaan beras petani NTB pada 2013 ditingkatkan menjadi 200.000 ton, setelah pencapaian sebanyak 155.695 ton dari target sebanyak 196.000 ton atau 79,44 persen di 2012.

"Tahun ini ditargetkan 200.000 ton dan diyakini bisa terealisasi sekitar 170.000 ton setara beras," ujarnya.

Penyerapan beras petani itu mengacu kepada harga pembelian pemerintah (HPP) gabah kering (GK) di tingkat petani sebesar Rp3.300/kilogram, di tingkat penggilingan Rp3.350/kilogram, HPP Gabah Kering Giling (GKG) tingkat penggilingan Rp4.150/kilogram, HPP GKG di gudang Bulog Rp4.200/kilogram dan HPP Beras Rp6.600/kilogram.

Menurut Raden, Bulog Divre NTB juga terus berupaya memperbanyak gudang penyimpangan guna meningkatkan kapasitas tampung bahan pangan pokok.

Tahun ini, diprogramkan pembangunan dua unit gudang masing-masing berkapasitas 3.500 ton di Kabupaten Lombok Timur dan Bima, serta di Kabupaten Sumbawa Barat namun masih dikoordinasikan terkait pembelian tanah. (*)

Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026