"Rasa aman, nyaman dan tenteram dalam masyarakat, sejatinya telah dipikirkan oleh para pendahulu kita, jauh hari sebelum indonesia merdeka. Diantaranya, pada masyarakat Lombok adanya Langlang, sebagai salah satu perangkat adat sasak dibidang keamanan
Mataram (Antara Mataram) - Sekitar 1.000 orang personil Langlang atau petugas pangamanan swakarsa se-Pulau Lombok, menggelar apel akbar di Lapangan Bumi Gora, Kantor Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), di Mataram, Selasa.

Apel akbar itu dipimpin Wakil Gubernur (Wagub) NTB H Muhammad Amin, yang juga dihadiri pimpinan TNI dan polri serta pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait.

Selain personil Langlang yang merupakan penjaga keamanan lingkungan, apel akbar itu juga diikuti aparat polri (Babinkamtibmas), TNI (Babinsa), dan aparat desa/kelurahan.

Satuan Polisi (Satpol) Pamong Praja provinsi dan kabupaten/kota juga mengambil bagian dalam apel akbar itu, meskipun bukan bagian dari komponen Langlang.

Mengawali apel akbar itu, sejumlah perwakilan Langlang membacakan komitmen moral yang berisi lima butir pernyataan, yakni siap mengamankan kamtimbas, menjaga kamtibmas, mengamankan diri dan keluarga, menjadi teladan masyarakat dan patuh hukum, serta membantu aparatt kepolisian menjaga kamtibmas.

Dalam sambutannya, Wagub NTB H Muhammad Amin menegaskan bahwa keamanan dan ketertiban masyarakat merupakan suatu kondisi yang dibutuhkan, sebagai suatu prasyarat terselenggaranya proses pembangunan nasional.

Kondisi itu ditandai dengan terjaminnya tertib dan tegaknya hukum, serta terbinanya ketentraman masyarakat.

"Rasa aman, nyaman dan tenteram dalam masyarakat, sejatinya telah dipikirkan oleh para pendahulu kita, jauh hari sebelum indonesia merdeka. Diantaranya, pada masyarakat Lombok adanya Langlang, sebagai salah satu perangkat adat sasak dibidang keamanan dan ketertiban," ujarnya.

Perangkat Langlang di Pulau Lombok masih berfungsi efektif dan terus berlangsung, bahkan menjadi bagian adat budaya Sasak (suku di Pulau LOmbok) yang terus dipertahankan sampai sekarang.

Amin mengatakan, melihat tingginya dinamika pembangunan, serta berbagai tindak kejahatan yang terjadi, maka sangat tepat apabila dilakukan revitalisasi terhadap adat budaya Langlang itu, dengan menghidupkannya kembali di setiap desa dan kelurahan.

Diharapkan keberadaan Langlang bersama aparat terkait di desa dan kelurahan, akan mampu berperan mewujudkan keamanan dan ketertiban masyarakat, sehingga pembangunan yang diikhtiarkan dapat berjalan dengan baik, serta memenuhi seluruh harapan masyarakat.

Keberadaan Langlang di desa dan kelurahan sesuai Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian, yakni sebagai unsur pengamanan swakarsa yang bertugas membantu kepolisian, menjalankan fungsi kepolisian dalam memelihara keamanan dan ketertiban.

Dengan demikian, sudah menjadi konsekuensi logis, bila para petugas Langlang mendapatkan pembinaan dan bimbingan dari kepolisian, agar seluruh tugas dan pengabdian yang dilaksanakannya, tidak menimbulkan efek negatif, seperti penyalahgunaan wewenang maupun tindakan pelanggaran hukum.

"Untuk itu saya sangat mengapresiasi langkah dan inisiatif yang dilakukan Polda NTB atas ikhtiarnya merevitalisasi keberadaan Langlang. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat, yang telah berpartisipasi dalam kegiatan pengamanan lingkungan, yang merupakan aplikasi dari sistem keamanan swakarsa, terutama dalam membantu mengatasi berbagai gejolak sosial yang terjadi dalam masyarakat," ujar Amin.

Amin optimistis, melalui apel akbar Langlang itu, pelaksanaan pengamanan lingkungan di wilayah masing-masing akan semakin meningkat.

Sebelum mengakhiri sambutannya, Amin mengajak semua pihak untuk meningkatkan semangat persatuan dan kesatuan bangsa, serta mantapkan kesadaran akan pentingnya keamanan dan ketertiban setiap anggota masyarakat.

Selain itu, tumbuh kembangkan semangat gotong royong di bidang kamtibnas, yang sudah menjadi salah satu warisan budaya bangsa Indonesia, gunakan pendekatan kemitraan bagi setiap petugas Langlang dimanapun berada dan bertugas, sehingga dipercaya, disegani dan dihargai masyarakat setempat.

Selanjutnya, kembangkan terus kemampuan potensi warga masyarakat untuk memahami gejala yang timbul, terutama yang akan mengarah pada tindakan kriminal, atau gangguan kamtibnas, sehingga kita mampu mengantisipasinya sedini mungkin.

"Tentu juga harus meningkatkan koordinasi dan kerjasama serta sinergi aparat di desa dan kelurahan, Bhabinkamtibmas dan Babinsa, sehingga terwujud kesamaan visi dan misi, dalam mengelola dan mewujudkan keamanan dan keterntraman," ujar Amin. (*)

Pewarta :
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026