"Sebagai wakil rakyat, saya minta kepolisian lebih proaktif, karena masyarakat mengeluhkan maraknya tindak kejahatan seperti perampokan yang bukan hanya terjadi di kawasan perdesaan tetapi juga perkotaan," kata Ketua DPRD NTB H Lalu Sujirman.Mataram (Antara Mataram) - Legislator di DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) meminta polisi lebih proaktif menyikapi berbagai tindak kejahatan yang belakangan ini semakin marak, termasuk di kawasan perdesaan.
"Sebagai wakil rakyat, saya minta kepolisian lebih proaktif, karena masyarakat mengeluhkan maraknya tindak kejahatan seperti perampokan yang bukan hanya terjadi di kawasan perdesaan tetapi juga perkotaan," kata Ketua DPRD NTB H Lalu Sujirman, di Mataram, Rabu.
Ia mengatakan, informasi dari masyarakat kasus perampokan makin marak, sementara upaya penegakan hukum tidak selaras dengan laju tingkat kajahatan yang mencuat.
Selain perampokan, juga penjambretan dan pencurian kendaraan bermotor yang semakin merajalela di berbagai lokasi permukiman, dan tempat strategis lainnya.
Bahkan, di Kota Mataram, ibukota Provinsi NTB, dalam sehari mencuat 12 kasus pencurian sepeda motor (curanmor) yang pelakunya lolos dari penindakan hukum.
Kasus curanmor itu melibatkan jaringan pencuri yang sudah lama berkembang, dan belum juga dapat diberantas aparat kepolisian di wilayah NTB.
Karena itu, aparat kepolisian diminta lebih proaktif, dan meningkatkan patroli rutin agar dapat mencegah terjadinya berbagai tindak kejahatan itu.
"Tentu tugas aparat kepolisian juga harus didukung berbagai komponen masyarakat, karena tanggung jawab kamtibmas bukan hanya dibebankan kepada aparat kepolisian, tetapi juga segenap masyarakat," ujar politisi dari Partai Golkar itu.
Sujirman mengatakan, masyarakat pun harus tanggap dengan permasalahan di lingkungan tempat tinggalnya, dan segera melaporkan kepada aparat berwajib jika menemukan indikasi adanya tindak kejahatan.
Setiap indikasi perbuatan melawan hukum harus dicegah dan dilaporkan kepada aparat berwajib segera mungkin.
"Kita tahu bahwa NTB merupakan salah satu destinasi pariwisata nasional, tentu situasi aman dan damai sangat dibutuhkan oleh wisatawan baik mancanegara maupun domestik. Jangan biarkan kejahatan terus merajalela sementara disisi lain pemeerintah gencar mempromosikan potensi pariwisata," ujarnya. (*)
Pewarta : Oleh Anwar Maga
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026