AI kami amankan Selasa (14/10) malam di rumahnya di Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. AI diamankan setelah adanya laporan dari korban yang merasa ditipu oleh pelaku
Mataram,  (Antara) - Kepolisian Resor Mataram, Nusa Tenggara Barat, mengamankan seorang penebus sepeda motor hasil curian pada Selasa (14/10) Malam.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Mataram AKP Agus Dwi Ananto di Mataram, Rabu, mengatakan penebus yang diamankannya yakni AI (37) asal Sumbawa, bekerja sebagai pegawai negeri sipil di Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Barat.

"AI kami amankan Selasa (14/10) malam di rumahnya di Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. AI diamankan setelah adanya laporan dari korban yang merasa ditipu oleh pelaku," kata Agus.

Korbannya yakni Marjan, warga Kekalik Jaya, Kota Mataram, asal Sumbawa, kehilangan sepeda motor miliknya di rumah, Kamis (9/10).

Mengetahui kabar itu, menurut Agus, AI mendatangi dan menawarkan jasanya untuk menebus sepeda motor milik korban yang dicuri pada Kamis (9/10). Modus AI ingin membantu korban menemukan sepeda motornya dengan cara menebus dari tangan pencurinya.

"Kepada korban, AI mengaku kenal dan mengetahui sepeda motornya hilang dari keluarganya dan berniat membantu," katanya.

Selanjutnya, kata dia, kepada korban AI menceritakan bahwa dia mengenal pencuri sepeda motor miliknya. Namun, jika ingin sepeda motor miliknya kembali, korban harus menebusnya dengan uang Rp5 juta.

"Korban percaya, uang diberikan sebesar Rp5 juta kepada AI. Namun, uang sudah diserahkan, sepeda motornya tidak ada, alasannya pencurinya kabur, " kata Agus.

AI kemudian dilaporkan korban ke polisi dan pada Selasa (14/10) malam, dia diamankan di rumahnya di Labuapi, Kabupaten Lombok Barat.

"Pemeriksaan masih dalam proses, keterangan sementara AI mengenal para pelaku pencurian yang disebutkan di wilayah Mataram," katanya.

Polisi menduga AI kerap sebagai perantara korban dengan pencuri kendaraan bermotor di wilayah Mataram. "Ada dugaan dia termasuk jaringan para pelaku curanmor, jadi kami akan selidiki dan dalami dulu keterangannya," kata Agus.


Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026