Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Nusa Tenggara Barat (NTB) Prijono, di Mataram, Senin, mengatakan bantuan ratusan koleksi buku tersebut terdiri atas buku mengenai ekonomi dan moneter serta buku populer, baik dalam bentuk bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.
"Bantuan buku tersebut sebagai salah satu bentuk tanggung jawab sosial BI di bidang pendidikan, selain menyalurkan beasiswa kepada mahasisa berprestasi di NTB," kata Prijono usai acara peluncuran perpustakaan digital.
Ia mengatakan pihaknya sangat menaruh kepedulian terhadap upaya Pemerintah Provinsi NTB meningkatkan kualitas sumber daya manusia, salah satunya melalui perpustakaan digital yang diluncurkan Gubernur NTB TGH M Zainul Majdi.
Sebelumnya BI NTB juga meluncurkan buku tentang "Tambora Menyapa Duni" karya penulis dari NTB. Itu salah satu bentuk upaya memperkenalkan bahwa NTB memiliki potensi wisata yang sangat luar biasa dan itu bagian dari bagaimana menggerakkan ekonomi daerah dari sektor pariwisata.
Prijono menambahkan pihaknya juga menyediakan "BI Corner" di salah satu ruangan gedung Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah NTB, sebagai pusat mencari buku yang sifatnya ekonomi dan moneter. Ada juga buku populer, baik dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.
Penyediaan "BI Corner" dengan desain ruangan yang dirancang senyaman mungkin sebagai cara menarik minat masyarakat untuk memiliki gaya hidup membaca.
"Bantuan koleksi buku dan "BI Corner" tersebut juga dalam rangka meningkatkan pemahaman sumber daya manusia NTB tentang ekonomi dan moneter, terlebih Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), akan diberlakukan mulai Januari 2016.
"MEA tidak ada batasan, makanya pendidikan menjadi penting. Kalau tidak ada buku dan perpustakaan, manusia NTB bisa ketinggalann," ucapnya.
Upaya untuk menambah koleksi buku, kata dia, akan selalu diupayakan, terutama tentang buku-buku yang sifatnya setiap bulan berubah-ubah, seperti kajian ekonomi dan data statistik ekonomi yang diperbaharui.
"BI NTB juga akan mencoba untuk berperan serta dalam lomba-lomba yang digelar oleh Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah NTB, untuk menarik minat masyarakat berkunjung," kata Prijono. (*)
Pewarta : Awaludin
Editor:
Awaludin
COPYRIGHT © ANTARA 2026