"Distribusi masker ini sebagai langkah antisipasi mencegah risiko dari dampak letusan Gunung Baru Jari"Mataram (Antara NTB) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Nusa Tenggara Barat membagikan 11.500 masker ke sejumlah desa yang terkena dampak abu vulkanik meletusnya Gunung Barujari, Anak Gunung Rinjani.
"Distribusi masker ini sebagai langkah antisipasi mencegah risiko dari dampak letusan Gunung Barujari," kata Kepala BPBD NTB Azhar di Mataram, Kamis.
Ia menyebutkan, akibat erupsi anak Gunung Rinjani itu, dampak abu vulkanik yang ditimbulkan sudah dirasakan hingga 11 desa di Kabupaten Lombok Utara, di antaranya Desa Loloan, Senaru, Bayan, Akar-Akar, Sukadana, Gumantar, Rempek, Genggelang, dan Santong. Bahkan hingga kota Mataram.
"Ketebalannya masih sekitar 2 mili. Sedangkan untuk 16 desa lainnya di Lombok Utara ketebalan abu vulkanik masih di bawah itu," ungkapnya.
Untuk saat ini, Azhar mengatakan status Gunung Barujari masih pada level Waspada II. Karena itu, pihaknya telah mengeluarkan peringatan untuk tidak mendekati kawasan Gunung Barujari dan Gunung Rinjani dari sebelumnya 3 km kini diperluas menjadi 10 km.
"Kita tetap waspada saja karena kita tidak bisa memprediksi aktifitas letusannya," katanya.
Sementara itu, BPBD Kota Mataram juga membagikan 2.000 dari sekitar 5.000 masker yang disiapkan untuk para pengguna jalan sebagai upaya antisipasi risiko erupsi abu vulkanik Gunung Barujari atau anak Gunung Rinjani.
Pembagian masker tersebut dilaksanakan BPBD Kota Mataram dengan menyasar para pengguna jalan pada beberapa titik di Mataram, Kamis.
"Untuk hari ini kita membagikan masker sebanyak 2.000, tetapi masker yang sudah kita siapkan sekitar 5.000 dan akan dibagikan sesuai dengan kondisi," kata Kepala BPBD Kota Mataram H Supardi.
Selain di persimpangan Kantor Wali Kota Mataram, pembagian masker juga dilakukan di persimpangan Tanah Haji dan Cakranegara.
Meski demikian, ia mengatakan dampak abu vulkanik di Kota Mataram sejauh ini memang belum merata, tetapi upaya ini sebagai langkah antisipasi mencegah risiko dari dampak letusan Gunung Barujari dengan ketinggian 2.376 mdpl.
Kuantitas abu vulkanik di Kota Mataram belum terasa secara signifikan, tetapi tanda-tanda dari debu itu sudah terasa. Misalnya, mata perih, kendaraan yang berdebu padahal baru dibersihkan dan tanda-tanda lainnya.
Selain membagikan masker, tim dari BPBD Kota Mataram juga menyampaikan imbauan agar masyarakat yang melakukan aktivitas di luar rumah untuk menggunakan masker dan kaca mata melalui mobil keliling yang dilengkapi dengan pengeras suara. (*)
Pewarta : Nur Imansyah
Editor:
Awaludin
COPYRIGHT © ANTARA 2026