"Peluncuran Simpel dalam rangka edukasi dan inklusi keuangan untuk mendorong budaya menabung sejak dini"Mataram (Antara NTB) - Perseroan Terbatas Bank NTB meluncurkan produk simpanan pelajar konvensional dan syariah untuk mendorong budaya menabung sejak dini di kalangan siswa di Nusa Tenggara Barat.
Peluncuran produk Simpanan Pelajar (SimPel) konvensional dan SimPel iB atau simpanan pelajar syariah digelar di gedung Graha Bhakti Praja, Kantor Gubernur Nusa Tenggara Barat, Rabu.
Hadir pada acara tersebut Wakil Gubernur NTB HM Amin, Sekretaris Daerah NTB HM Nur, Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) NTB Yusri, dan Direktur Utama PT Bank NTB H Komari Subakir, serta ratusan pelajar tingkat SMP dan SMA se-Kota Mataram.
Direktur Utama PT Bank NTB, H Komari Subakir, menjelaskan SimPel dan SimPel iB adalah tabungan untuk siswa yang diterbitkan secara nasional oleh bank-bank di Indonesia dengan persyaratan mudah dan sederhana serta fitur yang menarik.
"Produk tabungan khusus untuk pelajar itu diluncurkan dalam rangka edukasi dan inklusi keuangan untuk mendorong budaya menabung sejak dini," katanya.
Pengembangan produk SimPel dan SimPel iB, kata dia, sejalan dengan program pemerintah yang dituangkan dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 2 tahun 2015 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2015-2019.
Kemudian sebagai pihak inisiator, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan produk SimPel dan SimPel iB dengan latar belakang adanya kebutuhan produk keuangan berupa tabungan dengan karakteristik dan fitur yang sesuai dengan kebutuhan kelompok pelajar/siswa.
Diterbitkannya produk SimPel dan SimPel iB, lanjut Komari, sebagai sarana literasi keuangan untuk meningkatkan pemahaman kepada siswa, orang tua, dan lingkungan sekolah terhadap layanan keuangan.
Produk ini juga untuk memudahkan akses keuangan kepada siswa, sehingga dapat menciptakan budaya menabung sejak dini, serta membina siswa untuk mengembangkan asset dengan cara menabung.
"Rekeningnya sudah atas nama siswa sendiri, tabungan dan saldo awal Rp5.000 untuk SimPel dan Rp1.000 untuk SimPel iB," ujarnya.
Dia mengatakan, manfaat yang dirasakan atas produk SimPel/SimPel iB tidak hanya dirasakan oleh siswa dan orang tua saja yang mendapatkan kemudahan akses keuangan, namun dapat dirasakan manfaatnya oleh sekolah dan tentunya lembaga perbankan produk SimPel/SimPel iB, karena dapat meningkatkan basis nasabah tabungan dengan potensi bisnis yang besar bagi industri perbankan.
Produk SimPel/SimPel iB diluncurkan secara resmi pada 14 Juni 2015 oleh Presiden Joko Widodo.
Program literasi produk SimPel/SimPel iB akan terus berlangsung secara maraton se-Indonesia hingga 2016 guna terus mendukung program pemerintah untuk meningkatkan akses keuangan masyarakat dan program pemerintah membangun dari daerah.
"Selain mendukung program pemerintah dan pihak otoritas, produk SimPel/SimPel iB ini diharapkan akan meningkatkan basis nasabah tabungan, khususnya siswa yang dapat memberikan potensi bisnis yang besar bagi Bank NTB ke depannya," kata Komari.
Kepala Kantor OJK NTB, Yusri, mengapresiasi langkah cepat Bank NTB menindaklanjuti pertemuan OJK, Kementerian Dalam Negeri, dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengenai produk SimPel.
Dia menyebutkan jumlah siswa secara nasional di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebanyak 38,8 juta jiwa, sedangkan di bawah Kementerian Agama 11 juta siswa, sehingga total ada sekitara 50 juta siswa di Indonesia.
Jika dari total itu ada 75 persen siswa yang menabung Rp3.000 per hari, akan terkumpul dana tabungan sebesar Rp34 triliun dalam satu tahun. Kemudian jika tabungannya Rp5.000/hari, makan akan terkumpul dana tabungan dari pelajar sebesar Rp50 triliun/tahun.
Sementara di NTB, jumlah pelajar mulai dari tingkat pendidikan anak usia dini hingga sekolah lanjutan tingkat atas sekitar 1,3 juta. Jika ada 50 persennya menabung Rp2.000/hari, maka akan terkumpul Rp497 miliar/tahun dan jika tabungannya Rp5.000/hari, maka terkumpul Rp1,24 triliun/tahun.
"Potensi tabungan pelajar ini cukup besar, tinggal bagaimana kita semua mampu memberikan edukasi kepada pelajar agar mereka tertarik untuk menabung," ujar Yusri. (*)
Pewarta :
Editor:
Awaludin
COPYRIGHT © ANTARA 2026