"Sementara sisanya masih dalam tahap pembinaan agar dapat memenuhi standar pasar modern,"
Mataram (Antara NTB) - Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Kota Mataram Uun Pujianto mengatakan, sekitar 80 persen hasil produksi usaha kecil menengah (UKM) di kota itu sudah masuk pasar modern terutama hasil olahan pangan.

"Sementara sisanya masih dalam tahap pembinaan agar dapat memenuhi standar pasar modern," katanya kepada wartawan di Mataram, Senin.

Uun yang ditemui di sela menghadiri "gran opening" "Supermarket Giant Ekstra" mengatakan, hasil produksi usaha kecil menengah (UKM) yang dapat terakomodasi pada pasar-pasar modern adalah hasil produksi UKM yang sudah memenuhi standar persyaratan dari pasar modern.

Standar yang dimaksudkan untuk pangan olahan antara lain, izin produksi, legalitas kesehatan baik dari Balai Pengawasan Obat dan Makanan maupun dari Dinas Kesehatan serta higenitas.

"Beberapa standar itulah yang kadang menghambat hasil produksi lokal terakomodasi pasar modern," sebutnya.

Terkait dengan itu, seiring dengan pesatnya pertumbuhan investasi dan ekonomi di Kota Mataram meningkatkan kesadaran para produsen membuat berbagai legalitas hasil produksinya.

Tujuannya, agar hasil produksi mereka dapat masuk di pasar modern sehingga bisa menjadi oleh-oleh bagi warga yang datang dari luar kota.

"Karena itulah, saat ini di setiap pasar modern seperti di `hypermart`, Hero, Alfamart, Indomaret, Giant dan lainya, berbagai olahan pangan lokal bisa ditemukan," katanya.

Beberapa olahan pangan lokal itu antara lain, dodol rumput laut, dodol nangka, aneka macam keripik seperti keripik bayam, kangkung, pisang, ubi dan singkong serta lainnya.

"Bahkan di Giant tidak hanya mengakomodir pangan olahan kering, tetapi juga mengakomodir hasil pangan olahan basah," katanya.

Pangan olahan basah yang dimaksud adalah berbagai jenis kue tradisional lokal, seperti, kelepon, urap singkong, cerorot, dan abuk, lupis dan lainnya.

"Untuk mengakomodasi hasil olahan lokal itu, Giant membuat stan khusus UKM, untuk memudahka konsumen," katanya menambahkan. (*)

Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026