"Diharapkan melalui kegiatan pelatihan tersebut dapat meningkatkan pemahaman wartawan terkait kelembagaan sensus dan survei serta data strategis yang dihasilkan BPS"
Mataram (Antara NTB) - Badan Pusat Statistik (BPS) Nusa Tenggara Barat menggelar pelatihan bagi wartawan dalam rangka meningkatkan pemahaman jurnalis tentang data-data statistik hasil survei lembaga tersebut.

"Diharapkan melalui kegiatan pelatihan tersebut dapat meningkatkan pemahaman wartawan terkait kelembagaan sensus dan survei serta data strategis yang dihasilkan BPS," kata Kepala BPS NTB Hj Endang Tri Wahyuningsih, pada pembukaan pelatihan peningkatan kapasitas wartawan di Mataram, Senin.

Para peserta pelatihan sebanyak 30 orang yang berasal dari wartawan media cetak, online dan televisi nasional dan lokal yang ada di Kota Mataram, serta beberapa petugas fungsional lingkup BPS NTB.

Menurut Endang, pelatihan kepada wartawan perlu dilakukan secara berkelanjutan karena data hasil survei yang dilakukan BPS terus berkembang seiring kemajuan teknologi informasi dan ekonomi masyarakat.

Selain itu, masyarakat juga semakin maju dalam memahami statistik dan data serta mampu mengaitkan dengan berbagai perkembangan kehidupan ekonomi dan sosial saat ini.

Ia menambahkan wartawan terkadang masih sulit mencerna data penuh angka yang disajikan oleh BPS, namun dituntut harus mampu membuatnya menjadi sebuah berita berita yang menarik untuk dibaca masyarakat.

"Data itu sulit dan mahal. Tetapi bagaimana agar bisa disajikan dengan sederhana dan murah," ujarnya.

Data yang dihasilkan BPS, lanjut Endang, bisa menjadi bahan rujukan perencanaan, evaluasi, membuat keputusan, memformulasikan kebijakan agar tepat sasaran, serta alat konfirmasi dan legitimasi bagi para pihak yang berkepentingan, terutama pemerintah pusat dan daerah.

Beberapa data hasil survei yang dihasilkan BPS, seperti produksi di sektor pertanian secara umum, kondisi sosial masyarakat yang berkaitan dengan angka kemiskinan dan pengangguran, inflasi dan kondisi perekonomian terkini.

Menurut dia, data yang dihasilkan harus berkualitas dan sesuai dengan syarat-syarat yang ditentukan, yakni relepan, akurat, tepat waktu, mudah diakses, mudah diintepretasikan dan koherensi.

"Data hasil survei ada yang dirilis setiap bulan dan ada per triwulan. Wartawan diundang setiap kali kami merilis agar tahu mengetahui hasil survei dan harapannya bisa disajikan dalam bentuk berita aktual," kata Endang. (*)


Pewarta :
Editor: Awaludin
COPYRIGHT © ANTARA 2026