Mataram (ANTARA) - Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Barat (Kanwil Kemenag NTB) memastikan pembayaran Tunjangan Profesi Guru (TPG) atau tunjangan sertifikasi serta tunjangan inpassing bagi guru madrasah swasta dan guru Pendidikan Agama Islam (PAI) akan dicairkan pada pekan ini.
Kepala Kanwil Kemenag NTB, Dr. H. Zamroni Aziz, dalam keterangannya di Mataram, Selasa, mengatakan pencairan tunjangan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan guru, khususnya menjelang Hari Raya Idulfitri.
“Insyaallah minggu ini sudah keluar, paling lambat Jumat. Jadi para guru bisa menyambut Lebaran dengan tenang karena haknya sudah dipastikan cair,” ujar Zamroni.
Zamroni menjelaskan, alokasi anggaran untuk pembayaran tunjangan periode Januari–Februari bagi guru madrasah swasta di NTB mencapai nilai yang cukup besar.
Baca juga: Kakanwil Kemenag NTB siap jadi garda terdepan perjuangkan guru madrasah jadi PPPK
Berdasarkan data Kemenag, terdapat sekitar 15.000 guru madrasah swasta yang telah tersertifikasi dan memiliki status inpassing. Secara keseluruhan, jumlah guru di bawah naungan Kemenag di wilayah NTB mencapai lebih dari 20.000 orang.
Selain guru madrasah, pencairan tunjangan juga menyasar guru PAI, baik yang berstatus PNS maupun non-PNS. Pemerintah menargetkan seluruh pembayaran dapat diselesaikan sebelum Jumat.
Untuk guru PAI non-PNS, alokasi anggaran yang disiapkan sekitar Rp2 miliar, sedangkan jika termasuk guru PNS, total anggaran mencapai sekitar Rp10 miliar untuk wilayah NTB.
“Pembayaran ini diharapkan bisa membantu para guru memenuhi kebutuhan menjelang Idulfitri dan memberikan ketenangan dalam menjalankan tugas mereka sebagai pendidik,” kata Zamroni.
Baca juga: Guru madrasah swasta berpeluang jadi PPPK, DPR siap kawal
Di sisi lain, Zamroni mendorong peningkatan karier bagi guru PAI di sekolah umum, mulai dari jenjang SD hingga SMA/SMK. Guru PAI yang memiliki kompetensi dan rekam jejak baik, kata dia, perlu diberi kesempatan menduduki jabatan strategis, termasuk sebagai kepala sekolah.
“Kami berikhtiar agar guru PAI juga memiliki peluang menjadi kepala sekolah. Kami siap mengomunikasikan rekam jejak mereka kepada gubernur maupun wakil bupati sesuai jenjang sekolahnya,” ujarnya.
Saat ini, Kanwil Kemenag NTB terus berkoordinasi dengan Sekretaris Jenderal dan Direktorat Jenderal Kemenag pusat untuk menyiapkan data komprehensif terkait guru. Data tersebut akan disampaikan kepada Kementerian PAN-RB dan Kementerian Keuangan guna memastikan kesiapan anggaran.
“Koordinasi ini penting agar skema pembayaran tunjangan guru ke depan tetap stabil dan berkelanjutan,” pungkas Zamroni.
Baca juga: Tajuk ANTARA NTB - Mengakhiri ketidakpastian guru madrasah NTB
Baca juga: Menjemput takdir guru madrasah
Baca juga: Tunjangan profesi guru madrasah cair sebelum Lebaran 2025
Pewarta : M. Akbar
Editor:
Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026