Bima, NTB (ANTARA) - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Nusa Tenggara Barat, Zamroni Aziz menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan nasib para guru madrasah swasta agar dapat diangkat menjadi ASN pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).
"Saya akan menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan nasib bapak dan ibu untuk menjadi ASN PPPK," ujarnya pada kegiatan Safari Ramadhan yang dirangkaikan dengan pembinaan aparatur sipil negara (ASN) di Paruga Na'e, Kota Bima melalui keterangan di Mataram, Rabu.
Zamroni menyampaikan pesan kepada 828 PPPK di lingkungan Kemenag Kabupaten Bima ada 828 PPPK. Ia meminta para PPPK untuk bekerja dengan baik, penuh tanggung jawab, serta menjaga nama baik Kementerian Agama.
"Pertama, bekerjalah dengan baik. Kedua, bekerjalah dengan penuh tanggung jawab. Ketiga, jagalah nama baik Kementerian Agama yang kita banggakan ini," pesannya.
Baca juga: Guru madrasah swasta berpeluang jadi PPPK, DPR siap kawal
Ia juga menyampaikan bahwa proses pendataan terkait PPPK yang sebelumnya sempat mengalami kendala kini sedang diperbaiki.
"Tugas kami di Kanwil sudah selesai. Sekarang sedang ada proses pendataan terhadap hal-hal yang sebelumnya bermasalah. Insya Allah ke depan tidak ada lagi pekerjaan rumah bagi kita di Kementerian Agama," tutur Zamroni.
Menanggapi aspirasi yang disampaikan oleh Asosiasi Guru Madrasah Swasta, Zamroni menyebutkan aspirasi telah mendapat respons positif dari pemerintah pusat dan saat ini sedang dalam proses.
"Tidak ada yang kebetulan. Segala yang terjadi adalah takdir Allah. Guru madrasah swasta sedang mengejar takdir. Kami mendukung langkah teman-teman guru swasta, dan Insya Allah Presiden akan mengiyakan perjuangan teman-teman," ungkapnya.
Baca juga: Kemenag terus perjuangkan guru swasta bisa diangkat PPPK
Ia juga memberikan apresiasi kepada para guru madrasah swasta atas dedikasi dalam dunia pendidikan.
"Guru madrasah swasta adalah guru-guru hebat. Kalau mereka tidak hebat, tidak mungkin melahirkan kanwil seperti saya, melahirkan kepala kantor," tutur Zamroni.
Dalam kesempatan tersebut, Zamroni mengingatkan bahwa ASN Kementerian Agama merupakan garda terdepan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
"Di tengah masyarakat kita harus serba bisa. Kita harus memahami segala sesuatu yang berkaitan dengan kebutuhan umat di tengah masyarakat," imbuhnya.
Baca juga: Kemenag NTB memastikan pembayaran tunjangan sertifikasi guru madrasah
Menjelang musim mudik Lebaran 2026, Zamroni juga berharap setiap kabupaten memiliki program masjid ramah mudik untuk mendukung kenyamanan para pemudik.
"Pada musim Lebaran tahun ini, kami mengharapkan setiap kabupaten memiliki minimal satu masjid ramah mudik. Hal ini penting untuk membantu para pemudik yang membutuhkan tempat beristirahat," ujarnya.
Zamroni mengajak seluruh keluarga besar Kementerian Agama untuk menjaga ukhuwah islamiyah, khususnya di bulan suci Ramadhan.
"Boleh organisasi kita berbeda, tetapi kita harus menjaga hubungan dengan pemerintah daerah hingga pemerintah pusat. Kita jaga komunikasi untuk menjaga hubungan baik kita di tengah masyarakat," katanya.
Pewarta : Nur Imansyah
Editor:
Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026