mataram-winner tanda tangani nota kesepahaman sanitasi

id pemkot mataram,wiiner project,mohan roliskhana,herie ferdian

Pjs Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana menandatangi MoU dengan WINNER Project Manager Yayasan Plan Indonesia Herie Ferdian. Foto Humas Pemkot Mataram.

Program ini sesuai dan sejalan dengan amanat rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN) 2015-2019, yang dikenal sebagai gerakan 100-0-100
Mataram (Antaranews NTB) - Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, menandatangani nota kesepahaman dengan "Winner Project" terkait penyelenggaraan program sanitasi total berbasis masyarakat.

Penandatanganan nota kesepahaman itu dilakukan oleh Pejabat Sementara (Pjs) Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana dengan Winner

(Woman and Disability Inclusive Wash and Nutrition) Project Manager dari Yayasan Plan Indonesia Herie Ferdian di ruang kenari kantor wali kota, Senin.

Pjs Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana mengatakan, pihaknya menyambut baik program yang ditawarkan oleh Yayasan Plan Indonesia.

"Program ini sesuai dan sejalan dengan amanat rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN) 2015-2019, yang dikenal sebagai gerakan 100-0-100," katanya.

RPJMN telah mengamanatkan pemenuhan 100 persen akses pelayanan air bersih, 0 (nol) persen proporsi rumah tangga kumuh, dan 100 persen pelayanan sanitasi.

"Target tersebut harus dapat dipenuhi di Kota Mataram pada tahun 2019 dengan penguatan melalui program Winner," ujarnya.

Karena itu, lanjut Mohan, sangat penting bagi semua pihak yang terlibat agar benar-benar dapat memahami program tersebut untuk diterapkan secara optimal di wilayah yang telah ditentukan, selanjutnya dapat direplikasi di kelurahan lainnya di Kota Mataram.

Program ini sebagai bagian dari penyadaran masyarakat untuk meninggalkan perilaku negatif yang akan berpengaruh pada kebersihan lingkungan.

"Adanya kesepakatan ini sebagai bentuk kesungguhaan. Semoga semakin membaiknya kondisi sanitasi masyarakat Kota Mataram dari waktu ke waktu, seiring pula dengan membaiknya kondisi intelektualitas dan ekonominya," katanya.

Sementara Winner Project Manager dari Yayasan Plan Indonesia Herie Ferdian dalam laporannya mengatakan, program winner merupakan inisiatif yang bertujuan untuk mengurangi tingginya angka diare dan stunting di Indonesia, termasuk di Kota Mataram.

Apalagi prevalensi stunting di Indonesia cukup tinggi sampai dengan angka 37,2 persen. Sedangkan Unicef juga mencatat setiap tahunnya di Indonesia, 100 balita meninggal karena diare.

Hal tersebut disebabkan oleh buruknya kondisi sanitasi khususnya terkait perilaku buang air besar sembarangan (BABS) yang masih cukup tinggi.

"Apabila tidak segera diambil tindakan akan menghadapkan Indonesia pada risiko kehilangan banyak generasi penerus di masa depan," katanya.

Sedangkan untuk program Winner yang dilaksanakan plan Indonesia, dimulai dari kegiatan sanitasi total berbasis masyarakat (STBM) di Kabupaten Grobogan Jawa Tengah, yang kemudian diperluas cakupannya di wilayah NTB, dan NTT.

"Diharapkan melalui program winner, Kota Mataram juga dapat mendeklarasikan diri sebagai kota sehat dan terbebas dari perilaku BABS," ujarnya.(*)
Pewarta :
Editor: Masnun
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar