NTB ekspor jagung sebanyak 77.500 ton

id NTB,Ekspor Jagung,Pulau Sumbawa

Dokumen - Presiden Joko Widodo (baju putih) panen jagung di Desa Kampasi Meci, Kabupaten Dompu, NTB. (Foto AntaraMataram/Awaludin)

Jagung menjadi komoditas yang memberikan kontribusi cukup signifikan terhadap neraca ekspor NTB
Mataram (Antaranews NTB) - Badan Pusat Statistik Nusa Tenggara Barat mencatat volume ekspor jagung NTB selama semester I/2018 mencapai 77.500 ton dengan nilai sebesar 20,71 juta dolar Amerika Serikat.

Kepala BPS Hj Endang Tri Wahyuningsih menyebutkan puluhan ribu ton jagung produksi petani di Pulau Sumbawa tersebut dikirim ke Filipina melalui Pelabuhan Badas di Kabupaten Sumbawa dan Pelabuhan Bima di Kabupaten Bima.

"Jagung menjadi komoditas yang memberikan kontribusi cukup signifikan terhadap neraca ekspor NTB di saat menurunnya ekspor komoditas hasil tambang," katanya.

Ia mengatakan pengiriman jagung dari Pulau Sumbawa ke Filipina periode semester I/2018 dilakukan dalam empat tahap, yakni pada Maret sebanyak 11.100 ton senilai 3,012 juta dolar AS, April sebanyak 14.700 ton senilai 3,793 juta dolar AS.

Pengiriman menggunakan kapal tanker juga dilakukan pada Mei sebanyak 20.600 ton senilai 5,385 juta dolar AS, dan Juni sebanyak 31.100 ton senilai 8,522 juta dolar AS.

"Puncak ekspor terjadi pada Juni sehingga memberikan kontribusi sebesar 10,90 persen dari total nilai ekspor komoditas NTB pada Juni sebesar 78,225 juta dolar AS," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Ekspor, Bidang Perdagangan Luar Negeri, Dinas Perdagangan NTB Rachmat Wira Putra, mengatakan adanya ekspor jagung ke luar negeri memberikan kontribusi terhadap devisa negara di tengah menguatnya mata uang dolar AS.

"Transaksi perdagangan komoditas ekspor tentu menggunakan mata uang dolar AS. Jadi eksportirnya mendapat imbas dari menguatnya dolar AS terhadap rupiah," ujarnya.

Ia menyebutkan pengiriman jagung ke Filipina dilakukan oleh PT Seger Agro Nusantara. Ekspor perdana sebanyak 11.100 ton dilakukan pada Maret 2018.

Pengiriman ke luar negeri untuk pertama kalinya tersebut dilepas langsung oleh Gubernur NTB TGH Muhammad Zainul Majdi, bersama dengan pejabat Kementerian Pertanian, dan Bupati Sumbawa H Husni Djibril.

Dari informasi yang diperoleh, kata Rachmat, PT Seger Agro Nusantara akan mengekspor ke Filipina untuk terakhir kali pada Juli 2018. Hal itu disebabkan karena musim panen jagung di Pulau Sumbawa sudah berakhir.

"Mudahan tahun depan ada ekspor jagung lagi sehingga ada keragaman produk NTB yang laku di pasar internasional. Tidak selalu dominan komoditas hasil tambang," katanya. (*)
Pewarta :
Editor: Awaludin
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar