Desa Wisata Wae Lolos NTT dikunjungi 5.774 wisatawan

id Pariwisata, Labuan Bajo, Desa Wisata Wae Lolos, Manggarai Barat, wisatawan

Desa Wisata Wae Lolos NTT dikunjungi 5.774 wisatawan

Spot wisata Kolam di Atas Awan di Desa Wisata Wae Lolos, Kecamatan Sano Nggoang, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). ANTARA/Gecio Viana

Labuan Bajo (ANTARA) - Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Cunca Plias mencatat jumlah kunjungan wisatawan yang berkunjung ke sejumlah spot wisata di Desa Wisata Wae Lolos, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), selama periode Januari-Juni 2025 sebanyak 5.774 orang.

"Kunjungan wisatawan terus mengalami kenaikan, hal ini tentunya sangat menggembirakan karena penyebaran wisatawan tidak hanya di Labuan Bajo sebagai destinasi super prioritas (DSP), tapi juga terdistribusi ke desa-desa wisata sekitar," kata Ketua Pokdarwis Cunca Plias Robert Perkasa dihubungi di Labuan Bajo, Minggu.

Ia menyebutkan total 5.774 orang wisatawan itu terdiri dari wisatawan mancanegara (wisman) sebanyak 3.209 orang dan wisatawan nusantara 3.565 orang.

"Mayoritas wisman dari Eropa seperti Jerman, Perancis. Belanda, Italia, Inggris, selebihnya dari Asia seperti Malaysia, Singapura, India, China, dan Jepang," ujarnya.

Robert mengatakan pada periode 2024 total kunjungan wisatawan ke wilayah itu sebanyak 11.015 orang terdiri dari wisatawan nusantara sebanyak 6.983 orang dan wisatawan mancanegara 4.032 orang.

Baca juga: PLN bersama Pokdarwis bersih pantai dan tanam mangrove di Lotim

Dia menyebutkan para wisatawan yang berkunjung ke Desa Wisata Wae Lolos menikmati sejumlah spot wisata seperti Air Terjun Cunca Plias Satu, Air Terjun Cunca Plias Dua, Air Terjun Tiwu Galong, Kolam di Atas Awan dan Air Terjun Cunca Ri'i. Para wisatawan juga dapat menikmati atraksi kebudayaan lokal dan menyaksikan kehidupan masyarakat lokal.

"Berdasarkan pengakuan wisman yang berkunjung, ketertarikan mengunjungi Desa Wisata Wae Lolos karena keaslian alam dan budaya desa terawat dengan baik serta pengelolaan pariwisata yang berbasis masyarakat," katanya.

Baca juga: Pokdarwis ikut awasi objek wisata di Mataram saat tahun baru 2025

Sebelumnya, kata Kepala Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif dan Kebudayaan Manggarai Barat Stefan Jemsifori mengatakan Desa Wisata Wae Lolos memiliki potensi atraksi alam air terjun dan atraksi budaya serta kuliner lokal yang dapat menjadi alternatif wisata di wilayah daratan.

"Jadi wisata di destinasi super prioritas (DSP) Labuan Bajo bukan hanya di kawasan Taman Nasional Komodo tapi juga di desa sekitar Labuan Bajo," katanya.

Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.