Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Enik Ermawati mengimbau seluruh pemangku kepentingan agar memastikan destinasi wisata  bebas dari praktik pungutan liar (pungli) menjelang libur panjang Nyepi dan Lebaran 2026.

“Tidak boleh ada juga kenaikan tarif yang berlebihan. Hal ini harus dipastikan agar masyarakat dan wisatawan benar-benar merasa aman dan nyaman saat berkunjung," kata Ni Luh Puspa, sapaannya, dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Jumat.

Dalam peninjauan kesiapan destinasi wisata di Kawasan Anyer, Banten, hari ini Wamenpar menekankan langkah ini penting untuk menjaga kenyamanan wisatawan, sekaligus melindungi citra pariwisata Indonesia.

Ia menyayangkan praktik pungli masih kerap terjadi di sejumlah destinasi wisata, terutama saat lonjakan kunjungan pada musim liburan. Praktik tersebut umumnya berupa kenaikan harga yang melebihi tarif yang telah ditetapkan, baik untuk tiket masuk, harga makanan dan minuman, maupun biaya parkir.

Pemerintah memproyeksikan potensi pergerakan wisatawan pada momentum libur tahun ini mencapai sekitar 144 juta orang. Sementara itu di Provinsi Banten, khususnya kawasan Anyer, Carita, Sawarna, dan Tanjung Lesung, pemerintah daerah menargetkan jumlah kunjungan wisatawan mencapai 2 juta orang.

Pada kesempatan itu Wamenpar Ni Luh Puspa juga meminta keterlibatan aktif seluruh pihak terkait untuk bersama-sama melakukan pengawasan serta memastikan keamanan wisatawan, sehingga tercipta pengalaman berwisata yang berkualitas.

Selain faktor keamanan dan kenyamanan, aspek keselamatan wisatawan juga menjadi perhatian utama. Menurutnya, kawasan pantai menjadi perhatian serius, terlebih dalam kondisi cuaca saat ini.

"Kami ingin memastikan seluruh aspek dipersiapkan dengan baik dan mendapatkan perhatian ekstra. Mudah-mudahan liburan kali ini dapat berjalan aman, nyaman, dan menyenangkan bagi wisatawan,” ucap Wamenpar Ni Luh Puspa.

Baca juga: Wamenpar meminta SDM di sektor pariwisata ikuti perkembangan teknologi
Baca juga: Wamenpar soroti promosi menjadi tantangan kembangkan desa wisata

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Banten Eli Susiyanti menyampaikan pemerintah daerah bersama berbagai pihak telah menyiapkan program siaga wisata untuk menyambut libur Nyepi dan Lebaran.

Saat ini telah terdapat 49 titik pemantauan yang setiap hari melakukan pengawasan, sekaligus menyampaikan laporan terkait kondisi terkini di lapangan, termasuk pemantauan cuaca, jumlah kunjungan wisatawan, serta berbagai potensi kejadian lainnya.

“Gubernur Banten juga telah mengeluarkan surat edaran sesuai dengan instruksi Menteri Pariwisata. Kami telah mengimbau kepada pemerintah kabupaten dan kota serta para pengelola destinasi untuk menjaga keamanan, kenyamanan, dan kebersihan di lingkungan masing-masing destinasi wisata,” ujar Eli.

 

 



Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026