Lombok Tengah (ANTARA) - Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menambah pos untuk mempercepat penanganan bencana kebakaran di daerah setempat.
"Penambahan pos damkar ini untuk mempercepat penanganan kebakaran rumah, open tembakau maupun kebakaran hutan pada musim kemarau," kata Kepala Damkartan Lombok Tengah Supardan di Lombok Tengah, Selasa.
Ia mengatakan penambahan pos damkar baru tersebut berlokasi di Mujur Kecamatan Praya Timur dan direncanakan di Matang Kecamatan Batukliang, serta di Kecamatan Jonggat, Kecamatan Pujut dan Kecamatan Praya Barat di sekitar kawasan wisata.
Baca juga: Warga Lombok Tengah diingatkan tak bakar sampah di lahan sembarangan
Sedangkan pos damkar yang telah dioperasikan sebelumnya itu di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika dan di Kota Praya Lombok Tengah.
"Kami rencanakan lima pos damkar ini bisa beroperasi dalam mempercepat penanganan kebakaran sesuai zona di Lombok Tengah," katanya.
"Untuk zona wilayah KEK Mandalika Kecamatan Pujut harus ada dua pos yaitu satu di Mandalika dan satu di Sengkol, karena wilayah dekat dengan destinasi wisata," katanya.
Ia mengatakan jumlah armada damkar di Lombok Tengah itu baru tujuh unit, namun tiga unit sedang diperbaiki di bengkel dan satu yang rusak akibat terguling bulan lalu.
Baca juga: Puluhan hektare lahan di Lombok Tengah terbakar saat kemarau
Jika semua damkar tersebut bisa dioperasikan, direncanakan di masing-masing pos damkar yang tersebar di lima titik itu disiagakan satu unit dan dua unit di kantor Damkartan Lombok Tengah.
"Kalau lima pos ini bisa beroperasi, penanganan kebakaran bisa lebih maksimal dan cepat, karena jarak juga lebih dekat," katanya.
Ia mengatakan untuk kesiapan sumber daya manusia (SDM) tidak ada masalah, karena telah mendapatkan penambahan melalui penerimaan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) pada 2024.
"Kami berharap adanya penambahan fasilitas damkar, terutama mobil kecil untuk penanganan di wilayah padat penduduk," katanya.
Baca juga: Warga Lombok Tengaah diingatkan tidak buka lahan dengan cara membakar
Ia mengatakan berdasarkan data jumlah kebakaran rumah pada semester pertama 2025 ini mencapai puluhan unit yang tersebar di 12 kecamatan di Lombok Tengah.
Sedangkan untuk kebakaran lahan itu sekitar 7 titik yang terjadi di wilayah selatan Lombok Tengah.
"Tidak ada korban jiwa dalam bencana kebakaran rumah maupun kawasan lahan tersebut," katanya.
Baca juga: Damkartan Lombok Tengah meningkatkan pengawasan cegah kebakaran lahan
Pewarta : Akhyar Rosidi
Editor:
Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026