Mataram (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Nusa Tenggara Barat, meminta tim dari puskesmas di Kota Mataram membekali siswa dengan edukasi anemia sebagai upaya mencegah kasus itu, terutama pada remaja putri, melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi pelajar.
Kepala Dinkes NTB dr H Lalu Hamzi Fikri di Mataram, Selasa, mengatakan penyuluhan anemia yang diselipkan melalui program CKG sekaligus mendorong anak-anak dapat mengadopsi gaya hidup sehat dan perilaku yang mendukung pemenuhan gizi seimbang.
"Anemia atau kurang darah dapat menyebabkan anak-anak pucat, tidak semangat, lemah, letih, lesu, dan efek lainnya yang bisa memengaruhi proses belajar," katanya di sela kegiatan pencanangan CKG bagi pelajar di SMP Negeri 15 Mataram.
Baca juga: Cek kesehatan gratis di Mataram sasar 160 ribu pelajar
Berdasarkan evaluasi, katanya, saat ini terjadi tren peningkatan kasus anemia yang dipicu gaya hidup dan pola makan tidak sehat.
Namun, data pasti terkait dengan kasus itu di kantor Dinkes NTB.
Apalagi, katanya, anak-anak saat ini cenderung lebih suka makanan siap saji, minuman manis yang membuat mereka cepat kenyang, tanpa menu makan buah, sayur, dan protein seimbang.
Sebagai langkah pencegahan anemia, Dinas Kesehatan Kota Mataram melalui tim puskesmas perlu memberikan penyuluhan khusus tentang anemia.
"Dengan harapan edukasi yang didapatkan di sekolah bisa dibawa ke perilaku di rumah," katanya.
Baca juga: Dinkes Mataram diminta kolaborasi dengan psikolog untuk CKG pelajar
Dinas Kesehatan Provinsi NTB juga aktif mendistribusikan tablet penambah darah bagi siswi melalui puskesmas untuk diberikan sekali seminggu.
Tablet penambah darah tersebut, baik sebagai upaya pencegahan siswa dari tekanan darah maupun pengobatan siswa yang mengalami anemia.
Akan tetapi, kata dia, hal yang perlu diperhatikan yakni tablet tambah darah harus diminum semua siswi.
"Kegiatan makan bergizi bersama di sekolah, jadi kesempatan baik untuk menyelipkan dan memastikan anak-anak meminum tablet tambah darah tersebut," katanya.
Pasalnya, kata dia, data terakhir pada 2024 menyebutkan capaian konsumsi tablet tambah darah di kalangan pelajar 60 persen.
"Melalui kegiatan CKG pelajar sekaligus penyuluhan tentang anemia, bisa mendongkrak capaian siswa yang minum tablet tambah darah hingga 100 persen," katanya.
Baca juga: Program CKG dekatkan layanan kesehatan dengan pelajar
Baca juga: Pelajar di Mataram diperiksa kesehatan mental melalui program CKG
Pewarta : Nirkomala
Editor:
Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026