Mataram (ANTARA) - Dinas Perhubungan Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, menyiapkan konsep penataan parkir otomatis di sejumlah objek wisata dan ruang publik guna menekan potensi kebocoran dan mengoptimalkan pendapatan daerah.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mataram Zulkarwin di Mataram, Jumat, mengatakan, objek wisata yang direncanakan menggunakan parkir otomatis antara lain Pantai Ampenan, Taman Wisata Loang Baloq, dan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Pagutan.
"Tiga lokasi itu akan kami coba tangani parkir dengan memasang portal parkir otomatis," katanya.
Dikatakan, dengan sistem portal otomatis juru parkir akan menjadi karyawan resmi yang digaji, tidak lagi bertindak sebagai juru parkir setoran harian.
Baca juga: Pembayaran parkir non tunai dioptimalkan di Mataram
Dengan sistem portal, diharapkan pendapatan yang masuk bisa sesuai riil dan sesuai dengan jumlah kendaraan yang parkir.
Pasalnya, selama ini sistem setoran parkir di beberapa titik tersebut kurang optimal, salah satunya seperti di Pantau Ampenan ditargetkan Rp120 ribu per hari baik itu di hari ramai atau sepi.
"Harusnya, ketika ramai setoran bisa lebih tinggi. Tapi saat ini, itu belum bisa kami lakukan," katanya.
Karena itu, pemasangan portal parkir otomatis dinilai sangat penting mengingat ketiga lokasi tersebut yakni Pantai Ampenan, Loang Baloq, dan RTH Pagutan menjadi pusat keramaian dan tempat penyelenggaraan acara.
"Dengan tingginya kunjungan, potensi pendapatan parkir juga bisa semakin besar," katanya.
Baca juga: Mataram bakal punya PD Pasar dan Parkir
Menurutnya, sistem itu juga akan memudahkan Dishub dalam menyesuaikan target pendapatan. Artinya, kalau pengunjung ramai, target bisa dinaikkan tanpa harus melalui prosedur rumit seperti surat perjanjian kerja.
"Begitu sebaliknya, jika sepi target juga bisa kami turunkan," katanya.
Selain mengoptimalkan pendapatan daerah, sistem portal parkir otomatis diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi para pengunjung.
Sistem portal yang akan digunakan itu serupa dengan sistem yang sudah diterapkan di beberapa tempat yang dikelola swasta, seperti Rumah Sakit H Moh Ruslan Mataram dan Lombok Epicentrum Mall (LEM), yang terbukti lebih efisien dan transparan.
"Penggunaan portal parkir otomatis bisa mempermudah pengunjung," katanya.
Baca juga: RS Ruslan Mataram perluas parkir demi pelayanan lebih baik