Mataram (ANTARA) - Perum Bulog Wilayah Nusa Tenggara Barat memastikan stok beras aman hingga tahun 2027 karena stok yang tersimpan di gudang saat ini mencapai 167,64 juta kilogram atau 167.644 ton.
Pimpinan Wilayah Bulog NTB, Mara Kamin Siregar, dalam keterangan resmi di Mataram, Jumat, mengatakan ratusan ribu ton stok beras tersebut juga untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam menghadapi momentum Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025 serta kebutuhan hingga akhir tahun.
"Bulog memastikan bahwa stok beras untuk kebutuhan Provinsi NTB berada dalam kondisi aman dan sangat mencukupi hingga tahun depan," katanya.
Untuk mengantisipasi peningkatan konsumsi, kata dia, pihaknya memperkuat beberapa langkah strategis melalui penguatan cadangan, percepatan distribusi, dan stabilisasi harga.
Baca juga: Stok beras NTB aman hingga musim panen padi tahun depan
Upaya itu dilakukan dengan mempercepat penyaluran beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP), yang hingga kini telah terealisasi sebanyak 16.301 ton melalui pasar tradisional, ritel modern, dan distributor resmi.
"Kami juga mendistribusikan beras SPHP melalui berbagai kanal penjualan yang bekerja sama dengan Bulog, termasuk percepatan penyelesaian bantuan pangan (Banpang)," ujar Mara.
Ia menegaskan percepatan SPHP menjadi langkah penting untuk menjaga harga beras tetap terkendali menjelang Nataru, saat konsumsi masyarakat biasanya meningkat.
Bulog, lanjutnya, terus memperkuat pasokan dan memastikan ketersediaan beras SPHP di seluruh pasar dan jalur distribusi resmi.
Baca juga: Stok beras di Lombok Timur capai 57 300 ton
Dalam menjaga stabilitas harga, Bulog NTB juga memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, satgas pangan, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Sinergi itu diperlukan untuk memastikan pengawasan berjalan optimal, termasuk mencegah spekulasi harga dan penimbunan yang dapat merugikan masyarakat.
"Koordinasi juga dilakukan agar distribusi beras SPHP berjalan lancar dan merata, serta dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat. Bulog NTB mengawal ketersediaan beras di seluruh kabupaten/kota, terutama di wilayah rawan fluktuasi harga," ucapnya.
Baca juga: Stok cadangan pangan di NTB cukup hingga panen raya
Menghadapi tingginya kebutuhan pangan di akhir tahun, Mara meminta masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan. Ia memastikan Bulog memiliki stok yang cukup dan sistem distribusi yang mampu memenuhi kebutuhan masyarakat tanpa hambatan.
"Dengan kesiapan stok dan sistem distribusi yang terjaga, masyarakat tidak perlu khawatir. Bulog berkomitmen menjaga ketersediaan dan keterjangkauan beras bagi seluruh rakyat Indonesia," katanya.
Selain itu, Bulog NTB juga menyiapkan langkah penguatan cadangan untuk menghadapi potensi cuaca ekstrem maupun gangguan logistik pada periode Desember 2025 – Januari 2026 sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas ketahanan pangan di NTB.
Baca juga: Stok beras di Lombok Timur capai 35 ribu ton
Baca juga: Bulog: stok beras di NTB aman sampai enam bulan ke depan
Baca juga: Upaya NTB redam gejolak harga beras
Pewarta : Awaludin
Editor:
Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026