Mataram (ANTARA) - Wali Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, Mohan Roliskana menekankan pentingnya penguatan kerukunan umat beragama serta penguasaan teknologi di era kecerdasan buatan (AI) saat memimpin upacara Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia Tahun 2026.
Mohan Roliskana menekankan bahwa kerukunan umat beragama tidak cukup dimaknai sebagai ketiadaan konflik. Kerukunan, kata dia, harus diwujudkan dalam bentuk sinergi produktif yang mampu mengubah perbedaan menjadi kekuatan.
"Perbedaan identitas, keyakinan, dan latar belakang sosial, adalah fondasi berdirinya republik ini. Kementerian Agama hadir untuk memastikan kemajemukan tersebut menjadi energi kolaboratif bagi kemajuan bangsa," ujar Mohan di hadapan ratusan ASN dan tokoh lintas agama upacara HAB ke-80 Kemenag RI di Lapangan Sangkareang, Kota Mataram, Sabtu.
Pada HAB Kementerian Agama memaparkan capaian strategis sepanjang tahun 2025 melalui gerakan "Kemenag Berdampak". Program tersebut menjadi tonggak transformasi layanan keagamaan agar kehadiran negara benar-benar dirasakan hingga tingkat akar rumput.
Baca juga: Mataram canangkan Tanjung Karang jadi Kelurahan Sadar Kerukunan
Selain itu transformasi digital layanan keagamaan yang lebih transparan dan cepat, penguatan kemandirian ekonomi umat melalui optimalisasi dana sosial keagamaan, revolusi pendidikan madrasah dan perguruan tinggi keagamaan, hingga penguatan harmoni sosial lewat Program Desa Sadar Kerukunan menjadi sejumlah capaian utama yang disorot.
Wali Kota Mohan menegaskan pentingnya kedaulatan Kementerian Agama pada era kecerdasan buatan. Menurutnya, ASN Kemenag harus tampil sebagai produsen nilai, bukan sekadar konsumen teknologi.
"Kita hidup di era VUCA yang penuh ketidakpastian. ASN Kementerian Agama harus mampu mewarnai AI dengan konten keagamaan yang otoritatif, moderat, dan mencerahkan," ucapnya.
Pada puncak peringatan HAB ke-80, Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag NTB juga memberikan penghargaan kepada 11 tokoh dan lembaga yang dinilai konsisten mengimplementasikan nilai-nilai Asta Protas Kemenag.
Baca juga: Kemenag Mataram aktif menyosialisasikan penguatan kerukunan umat beragama
Kepala Kanwil Kemenag NTB Zamroni Aziz mengatakan penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi atas dedikasi dan kontribusi nyata dalam penguatan kerukunan umat beragama, peningkatan kualitas layanan publik, pengembangan pendidikan keagamaan, serta inovasi digitalisasi layanan.
"Berbagai capaian strategis seperti terpilihnya Kota Mataram sebagai Kota Wakaf Tahun 2025, penguatan Desa Sadar Kerukunan, hingga tata kelola KUA yang unggul dan akuntabel adalah hasil kolaborasi banyak pihak," kata Zamroni.
Adapun penerima penghargaan antara lain Haji Hamdun dan Haji Muchtar atas kontribusi mewujudkan Kota Mataram sebagai Kota Wakaf 2025; Desa Labuhan Badas (Sumbawa) dan Desa Bentek (Lombok Utara) sebagai Desa Sadar Kerukunan 2025; serta sejumlah tokoh lintas agama dan pendidik yang dinilai berperan aktif dalam membangun layanan keagamaan yang inklusif dan berkeadilan di NTB.
Peringatan HAB ke-80 Kemenag RI di Mataram menjadi penanda komitmen bersama untuk menjadikan kerukunan umat sebagai fondasi kokoh dalam membangun Indonesia yang damai, maju, dan berkeadaban.
Wali Kota Mataram tekankan pentingnya kerukunan beragama & penguasaan AI
Wali Kota Mataram, Mohan Roliskana didampingi Kepala Kanwil Kemenag Nusa Tenggara Barat (NTB), Zamroni Aziz memberikan penghargaan kepada 11 tokoh dan lembaga yang dinilai konsisten mengimplementasikan nilai-nilai Asta Protas Kementerian Agama pada Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia di Lapangan Sangkareang, Kota Mataram, Sabtu (3/1/2026). ANTARA/Kemenag NTB.