Gaza jadi tempat paling berbahaya di dunia bagi jurnalis

id UNRWA,Philippe Lazzarini,Jurnalis,Tempat paling bahaya

Gaza jadi tempat paling berbahaya di dunia bagi jurnalis

Pengunjuk rasa dari solidaritas jurnalis melakukan aksi protes atas tewasnya rekan mereka akibat serangan Israel di Jalur Gaza, di Kota Gaza, Selasa (26/8/2025).  Serikat Jurnalis Palestina menngelar aksi protes serangan Israel terhadap Rumah Sakit Nasser di Khan Younis, Jalur Gaza selatan pada hari Senin (25/8) yang menyebabkan setidaknya 20 warga Palestina, termasuk lima jurnalis tewas. ANTARA FOTO/Xinhua/Rizek Abdeljawad/nym.

New York (ANTARA) - Komisaris Jenderal Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) Philippe Lazzarini, Ahad (25/1), menyatakan bahwa Gaza telah menjadi tempat paling berbahaya di dunia bagi jurnalis dan pekerja kemanusiaan, di mana lebih dari 230 jurnalis gugur di Jalur Gaza.

Menurut situs web resmi UNRWA, Lazzarini menambahkan bahwa mencegah para jurnalis memasuki Gaza semakin memperkuat kampanye disinformasi dan narasi ekstremis.

"Jurnalis Palestina adalah mata dan telinga kami dalam meliput kengerian perang di Gaza. Mereka menggambarkan kekuatan manusia dan pengaruhnya dan bekerja dengan keberanian dan ketabahan meski menghadapi kesulitan," katanya.

Baca juga: Pengakuan Palestina tiada artinya tanpa gencatan senjata
Baca juga: Israel jadikan makanan sebagai alat perang di Gaza

Lazzarini mengatakan para jurnalis bekerja bersama pekerja kemanusiaan.

Pelarangan jurnalis ke Gaza bertujuan untuk mendiskreditkan laporan langsung dan kesaksian organisasi-organisasi kemanusiaan internasional serta merendahkan martabat warga Palestina, katanya.

Sumber: WAFA

Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.