Logo Header Antaranews Mataram

Penerimaan retribusi peternakan di Mataram capai 169,22 persen

Sabtu, 31 Januari 2026 20:24 WIB
Image Print
Kepala Dinas Pertanian Kota Mataram H Lalu Johari. ANTARA/Nirkomala.

Mataram (ANTARA) - Dinas Pertanian Kota Mataram Provinsi Nusa Tenggara Barat menyebutkan realisasi pendapatan asli daerah (PAD) dari retribusi peternakan pada tahun 2025, melampaui target dengan capaian 169,22 persen atau Rp634,5 juta dari target Rp375 juta.

"Dari dua sumber PAD yang kami kelola tahun 2025, Alhamdulillah melampaui target yang ditetapkan," kata Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kota Mataram H Lalu Johari di Mataram, Sabtu.

Hal tersebut disampaikan usai melakukan evaluasi capaian realisasi PAD tahun 2025.

Dikatakan, PAD sektor peternakan yang dikelola Dinas Pertanian ada dua jenis yakni Retribusi Penyediaan Tempat Pelelangan Ternak dan Retribusi Rumah Potong Hewan (RPH).

Dari data, realisasi untuk Retribusi Penyediaan Tempat Pelelangan Ternak 2025 ditargetkan Rp100 juta melampaui target dengan realisasi mencapai Rp262,2 juta atau 262,29 persen.

Baca juga: Universitas Mataram mendukung peningkatan produktivitas ternak di Lombok

Begitu juga dengan Retribusi Pelayanan RPH dari target Rp275 juta terealisasi sebesar Rp372,2 juta, setara dengan 135,38 persen dari target yang ditetapkan.

Dengan capaian positif tersebut, lanjutnya, tahun 2026 Distan Kota Mataram menaikkan target retribusi hingga 100 persen, untuk retribusi pelelangan ternak dari target Rp100 juta, naik menjadi Rp200 juta di tahun 2026.

"Sedangkan target retribusi layanan RPH tahun 2026 naik menjadi Rp300 juta dari Rp275 juta tahun 2025," katanya.

Baca juga: Investasi peternakan ayam di NTB senilai Rp150 miliar

Johari mengatakan kendati terjadi kenaikan target retribusi namun Distan tidak menaikkan tarif retribusi baik untuk pelelangan maupun jasa layanan pemotongan di RPH.

Jasa layanan pemotongan di RPH masih tetap yakni Rp25.000 per ekor untuk ternak jantan dan Rp30.000 per ekor untuk ternak betina.

"Biaya pemotongan ternak betina memang lebih tinggi karena adanya pembatasan untuk ternak betina produktif untuk menambah populasi," katanya.

Untuk layanan RPH, tambahnya, Kota Mataram memiliki dua lokasi yakni di RPH Majeluk dan Gubuk Mamben dengan jumlah rata-rata pemotongan per hari mencapai 50 ekor sapi.

Baca juga: Gubernur Iqbal janji mudahkan izin dan tata kelola peternakan di NTB



Pewarta :
Editor: Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026