Mataram (ANTARA) - Dinas Ketahanan Pangan Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyalurkan beras bantuan sebanyak 6,5 ton kepada 653 kepala keluarga (KK) korban bencana hidrometeorologi di dua kecamatan di daerah itu.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Mataram Sudirman di Mataram, Selasa, mengatakan bantuan beras tersebut bersumber dari beras cadangan pangan bencana Pemerintah Kota Mataram tahun 2026.

"Bantuan beras cadangan pangan itu sudah kami salurkan melalui kecamatan masing-masing," katanya.

Ia mengatakan sebanyak 653 KK yang terdampak bencana hidrometeorologi berupa gelombang pasang, angin kencang, banjir rob, dan banjir akibat luapan air sungai berada di dua kecamatan, yakni sebanyak 300 KK di Kecamatan Ampenan dan 353 KK di Kecamatan Sekarbela.

Baca juga: Logistik siap, Bantuan korban bencana Mataram tunggu SK BPBD

Untuk korban di Kecamatan Ampenan didistribusikan pada Jumat (23/1), sedangkan Kecamatan Sekarbela dibagikan akhir Januari 2026.

"Dua kecamatan tersebut, merupakan kecamatan yang memiliki wilayah pesisir dan warga nelayan," katanya.

Ia mengatakan beras yang disalurkan itu sudah di kemas per 10 kilogram untuk memudahkan pendistribusian kepada para korban. Sedangkan untuk pembagian ke korban terdampak menjadi ranah pihak kelurahan.

"Tujuannya agar bantuan bisa tepat sasaran, sesuai dengan nama korban terdampak yang diajukan pihak kelurahan dan kecamatan," katanya.

Sementara pemberian bantuan beras bagi korban bencana hidrometeorologi di empat kecamatan lainnya masih menunggu data riil by name by address dari pihak kecamatan.

Baca juga: Ratusan warga Mataram terdampak bencana terima bantuan tiga ton beras

Bantun beras cadangan pangan itu, tidak bisa dikeluarkan serta merta tanpa ada usulan dari pihak kelurahan dan kecamatan. Usulan itulah, yang menjadi dasar DKP untuk pengajuan surat keputusan (SK) kepala daerah.

"Kami harap pihak kelurahan dan kecamatan segera mengusulkan data warga mereka yang menjadi korban bencana hidrometeorologi. Makin cepat, lebih bagus," katanya.

Sudirman mengakui stok beras cadangan pangan bencana yang ada di DKP untuk tahun 2026, sebanyak 20 ton. Hingga saat ini, baru dikeluarkan 6,5 ton untuk korban di Kecamatan Ampenan dan Sekarbela.

"Kami masih punya stok beras cadangan pangan sebanyak 13,5 ton," katanya.

Baca juga: Pemkot Mataram menyerahkan donasi korban bencana Aceh Rp1,07 miliar
Baca juga: BNPB gelar simulasi uji kesiapan atasi bencana di Mataram

 



Pewarta :
Editor: Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026