Lombok Tengah (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), menyatakan kesenian Tari Oncer asal Desa Puyung telah ditetapkan oleh Kementerian Kebudayaan menjadi menjadi Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia.
"Dari tiga yang diusulkan, hanya Tari Oncer yang ditetapkan pemerintah menjadi WBTB pada 2025," kata Kepala Bidang Kebudayaan pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Lombok Tengah Muhlis di Lombok Tengah, Kamis.
Ia mengatakan pada 2025 ada tiga objek kemajuan budaya diusulkan, namun hanya saja yaitu Tari Oncer yang diterima karena dianggap sangat klasik dan kemiripannya dengan budaya luar juga sangat minim, baik di Provinsi NTB maupun provinsi lain di Indonesia.
“Sehingga hak mutlak yang memiliki WBTB untuk Tari Oncer ini diserahkan ke Lombok Tengah," katanya.
Baca juga: Istana undang tari kolosal pembukaan Fornas VIII 2025 tampil di HUT RI
Ia mengatakan dua objek budaya lainnya yang diusulkan yakni Tradisi Betulak Desa Lendang Are dan makanan berupa Sayur Cengeh Desa Sengkol, Kecamatan Pujut, tidak bisa masuk menjadi WBTB, karena dua objek yang diusulkan dianggap ada kesamaan dengan yang dimiliki oleh daerah lain.
"Khusus untuk Tari Oncer dianggap memiliki keunikan dan pembeda dari daerah lainnya," kata Muhlis.
Dengan sudah ditetapkannya Tari Oncer menjadi WBTB, kata dia, maka saat ini Lombok Tengah sudah memiliki empat objek kemajuan kebudayaan menjadi WBTB. Selain Tari Oncer, ada juga Peresean, Bau Nyale, dan Perang Timbung yang ditetapkan sebagai WBTB.
Di satu sisi, kata dia, target dari pemerintah daerah minimal ada dua obyek kemajuan kebudayaan yang masuk WBTB per tahunnya.
“Target ini setelah kami memiliki arkeolog ataupun tenaga ahli cagar budaya, kita sedang proses untuk punya tenaga ahli ini, makanya dalam waktu dekat kami akan berangkat ke Jakarta mengurus itu,” katanya.
Baca juga: Siswa SDN 6 Mataram jadi duta NTB di FLS2N nasional
Baca juga: Tim tari gabungan Papua Lombok dan Bima binaan Polda NTB raih juara di Mabes Polri
Pewarta : Akhyar Rosidi
Editor:
Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026